Doktif Unboxing Produk Richard Lee yang Diduga Bermasalah di Polda Metro Jaya
Samira Farahnaz atau dikenal Dokter Detektif (Doktif), mendatangi Polda Metro Jaya untuk melakukan unboxing produk White Tomato milik Richard Lee. Doktif mengklaim produk kecantikan milik Richard Lee itu masih dijual bebas, padahal sudah dilarang oleh BPOM.
Sebagai pelapor, Doktif menduga adanya pemalsuan nomor izin edar terhadap produk kecantikan Richard Lee tersebut. Usai membuka kotak digenggamannya, Doktif memperlihatkan stiker yang tertempel di produk kecantikan Richard Lee.
Doktif menduga stiker tersebut ditempel untuk mengelabui para pembeli. Ia juga menuding Richard Lee tidak mengindahkan perintah BPOM untuk menarik produk kecantikan tersebut dari peredaran.
"Alhamdulillah hari ini Doktif datang sebagai pelapor ya, pemeriksaan untuk brand 'Lendir' dengan dugaan pemalsuan nomor izin edar," ujar Doktif saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (19/2).
"Apa ini kalau bukan bentuk penipuan ke kalian semua? Dan masih dijual hingga detik ini. Artinya apa? Perintah dari BPOM untuk menarik produk ini diindahkan oleh saudara DRL (Richard Lee). BPOM sudah memerintahkan untuk menarik produk ini tetapi masih dijual di e-commerce hingga detik ini," sambungnya.
Doktif pun meminta agar pihak kepolisian dapat bertindak tegas terhadap Richard Lee, yang masih aktif menjual produknya, meski kini dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Inilah yang Doktif sekarang pertanyakan, apa alasan dia untuk tidak ditahan? Dia mengulangi perbuatan yang sama, kerugian ratusan miliar uang masyarakat. Apa ini dikatakan jika bukan kerugian masyarakat?," pungkas Doktif.
Seperti diketahui, Doktif melaporkan Richard Lee atas dugaan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan. Hal ini setelah dirinya menemukan beberapa produk kecantikan milik Richard Lee yang diduga melakukan penipuan label dan repacking.
Atas laporan Doktif tersebut, Richard Lee pun ditetapkan sebagai tersangka usai gugatan praperadilannya ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal 2026 lalu.
(kpr/fik)