Bantu Anak Cari Kerja, Wanita Tua Ini Rela Jual Organ Tubuh ke Perusahaan

agn | Insertlive
Sabtu, 24 Dec 2022 18:00 WIB
Ilustrasi perdagangan organ tubuh manusia.
Jakarta, Insertlive -

Seorang wanita asal Korea Selatan berinisial K dijatuhi hukuman karena mencoba menjual organ tubuhnya agar sang putra bisa diterima bekerja.

Wanita berusia 50 tahun itu kena denda setelah berusaha membantu putranya mendapatkan pekerjaan.

Mengutip Koreaboo, pada Februari lalu K bertemu dengan karyawan dari perusahaan konstruksi berinisial N.


K menyinggung kondisi ketua perusahaan tersebut yang sedang sakit dan membutuhkan transplantasi hati.

Menurut laporan Pengadilan Distrik Pusat Seoul, K pun berniat untuk mendonorkan hatinya dengan imbalan sang putra bisa bekerja di perusahaan tersebut dan mendapatkan kompensasi uang sebesar Rp1,2 miliar.

Anak dari ketua perusahaan pun menyetujui persyaratan tersebut pada Maret lalu. K pun langsung melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan meminta persetujuan donasi organ dengan kedok diberikan untuk menantu.

Permohonan donasi organ itu lalu disetujui oleh National Institute of Organ, Tissue and Blood Management atau badan pengawas untuk donasi organ di Korea.

Jelang proses transplantasi, K tiba-tiba terpapar COVID-19 sehingga operasi harus ditunda.

Seorang perawat menaruh rasa curiga pada K. Perawat itu pun langsung dilaporkan atas dugaan perdagangan organ. Laporan itu langsung ditanggapi polisi dan dilakukan penyelidikan.

Undang-undang transplantasi Organ Korea melarang keras penjualan organ dengan imbalan barang atau jasa.

"Pengambilan dan transplantasi organ sangat dilarang oleh undang-undang karena dapat merusak kesehatan masyarakat dan membahayakan kesehatan dan kehidupan baik donor maupun penerima jika dilakukan secara ilegal. Karena tindakan para terdakwa melanggar hal ini, mereka tidak dapat menghindari hukuman berdasarkan hukum pidana," isi putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Atas kejadian itu K dikenakan denda Rp36,5 juta dan karyawan N dijatuhi hukuman enam bulan penjara karena terlihat dalam aksi kejahatan tersebut.

Sementara itu ketua perusahaan meninggal dunia pada Juli lalu saat penyelidikan sedang berlangsung.

(agn/agn)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER