Viral

TKW Viral Tidur Bareng Majikan Beri Klarifikasi dan Bagikan Kisah Haru

Insertlive | Insertlive
Kamis, 04 Nov 2021 00:09 WIB
Titi Tilah
Jakarta, Insertlive -

Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Titi Tilah yang bekerja di Taiwan menyita perhatian publik lewat kisah yang ia bagikan. Wanita berkerudung ini bercerita pengalaman saat harus tinggal satu kamar dengan sang majikan di sebuah apartemen.

Namun Titi menjelaskan kondisi sang majikan yang merupakan seorang pria memang tak bisa berjalan dan menggunakan kursi roda. Tilah berujar bahwa sang majikan mengalami cacat akibat kecelakaan.

Tilah sudah merawat sang majikan selama kurang lebih 10 tahun. Ada banyak hal dari sang majikan yang membuat hidup Tilah jadi termotivasi. Salah satunya Tilah jadi terpicu untuk membuat akun YouTube karena dukungan dari sang majikan.


Nama Tilah lantas jadi sorotan publik di Indonesia usai salah satu cerita pengalamannya jadi TKW hingga terpaksa tidur satu kamar dengan majikan jadi viral. Tilah memberikan penjelasan bahwa hal itu tidak seperti apa yang dipikirkan kebanyakan orang.

Tilah tak menampik soal tidur satu kamar dengan sang majikan, namun bukan berarti tidur satu ranjang. Ia sengaja tidur satu kamar karena sang majikan memang tidak bisa bergerak seperti orang normal pada umumnya.

"Maksudnya satu kamar kan bukan berarti satu ranjang gitu ya, bos saya kan memang nggak bisa ngapa-ngapain, dari tangan ke kaki tidak bisa bergerak sama sekali, tapi persepsi orang tuh satu kamar berarti satu ranjang, itu tidak ya," ungkap Tilah secara eksklusif kepada Insertlive pada Rabu (3/11).

"Beliau itu pakai ranjang listrik yang memang bisa untuk duduk dan tidur, jadi saya ada di sebelahnya dan menggunakan ranjang yang lain, kalau saya tidur di luar itu kan nggak mungkin, nanti kalau beliau panggil saya kayak minta minum atau misal badannya gatal, kan nggak mungkin bisa panggil kalau kita berjauhan, makanya saya bersebelahan tidurnya tapi pisah ranjang," sambung Tilah.

Selain itu Tilah juga cerita bagaimana perjuangan dirinya harus meninggalkan keluarga terutama anak-anak demi mencari nafkah. Tilah merantau ke luar negeri dengan misi bisa menyekolahkan anaknya agar mendapat pendidikan yang layak.

Tilah sempat menangis ketika mengenang bagaimana anak-anaknya memberikan dukungan. Ia bahkan selalu mengingatkan anak-anaknya agar tidak malu punya orang tua seorang TKW.

"Untuk keluarga terima kasih atas doanya, terutama yang paling memberikan dukungan adalah kedua anak saya, dengan keadaan saya seperti ini, kedua anak saya tetap mendukung, dari dulu saya awal bekerja itu saya bilang ke anak-anak saya 'Kamu jangan minder kalau mama menjadi seorang TKW', jadi nangis kan saya," ungkap Tilah sambil mengusap air mata.

"Dulu anak saya bilang begini 'Mama bekerja di situ bukan mengemis, jadi saya tidak apa-apa meski mama hanya seorang TKW dan saya bangga' itu kata anak saya yang gede," sambung Tilah.

Bukan hal mudah bagi Tilah berpisah jauh dari keluarga dan anak demi merantau ke negeri orang. Ia merasakan banyak suka dan duka menjadi TKW hingga kini bisa menghidupi keluarga terutama anak-anaknya.

"Jadi kalau dibilang saya bekerja untuk kedua anak saya, dibilang sedih ya ada, dibilang senang juga ada, sedihnya saya kan harus meninggalkan kedua anak saya dalam jangka waktu yang lama, untuk senangnya itu saya bisa kasih sesuatu yang mereka butuhkan," tutup Tilah.

(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER