Advertisement

3 Aksi Nekat Pemudik, Sembunyi di Tumpukan Kerupuk hingga Jalan Kaki 4 Hari

DIS | Insertlive
Ilustrasi macet dan antrean mudik di pelabuhan
Foto: Ilustrasi macet dan antrean mudik di pelabuhan
Jakarta -

3 Aksi Nekat Pemudik, Sembunyi di Tumpukan Kerupuk hingga Jalan Kaki 4 Hari

Kebiasaan rutin yang selalu dilakukan setiap momen bulan Ramadhan adalah pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar.

Sayangnya, di tengah situasi pandemi corona, semua masyarakat dituntut untuk tetap melakukan karantina diri di rumah untuk mencegah penularan yang semakin meluas.

Pemerintah sendiri juga telah mengimbau agar setiap masyarakat tetap melakukan karantina diri di rumah dan mengeluarkan larangan mudik.

Hal ini tentu menjadi kesedihan banyak masyarakat karena tak bisa melewati banyak momen dan kenangan mudik serta idul fitri di kampung halaman.

Namun,  bukan netizen +62 kalau enggak punya akal. Buktinya, masih banyak masyarakat yang tetap ngeyel untuk pulang ke kampung halamannya dengan berbagai cara.

Tak sedikit yang menggelontorkan biaya dengan jumlah besar demi mengelabui para petugas keamanan yang berjaga di sejumlah titik lokasi arus mudik.

Penasaran dengan aksi nekat mudik lewat cara unik hingga tragis para masyarakat Indonesia?

Yuk, cek halaman selanjutnya!


Sembunyi di Tumpukan Kerupuk

Petugas keamanan di Cilegon, Banten, menemukan kejadian unik saat memeriksa sebuah truk besar yang melintas.

Pasalnya, dalam truk tersebut, petugas menemukan beberapa orang nekat mudik ke kampung halamannya dengan bersembunyi di balik tumpukan kerupuk.

Modusnya adalah supir dari pembawa truk ini menutup bak truknya dengan terpal berwarna biru dan mengisinya dengan beberapa kerupuk, sehingga petugas tak melihat banyaknya orang disana.

Advertisement

Sayangnya, aksi ini pun diketahui oleh para petugas dan para pemudik yang ingin bertolak ke Semarang pun diminta petugas untuk putar balik.


Jalan Kaki Selama 4 Hari

Seorang supir bus pariwisata nekat berjalan kaki dari kediamannya di Cibubur dengan tujuan Solo setelah perusahaan tempat bekerjanya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Supir bus tersebut memutuskan untuk jalan kaki dari Cibubur pada 11 Mei 2020 usai salat Subuh dengan membawa dua tas, tas gendong serta tas slempang dan sepatu yang dibungkus kresek.

Ia berjalan kaki sejauh 100 kilometer dengan durasi waktu antara 12-14 jam dan beristirahat di SPBU serta warung-warung pinggir jalan.

Supir bus bernama Satrio itu tiba di Solo pada 15 Mei 2020 dan dikarantina selama 14 hari sebelum akhirnya bisa pulang ke rumahnya.


Sembunyikan Mobil dan Penumpang di Dalam Truk

Sebuah mobil truk terciduk oleh petugas kepolisian saat di pos check point Gerem, Kota Cilegon.

Pasalnya, truk tersebut kedapatan menyembunyikan sebuah mobil beserta para penumpangnya di bagian bak truk dengan ditutupi terpal berwarna hitam.

Mobil dan penumpangnya yang berada di dalam bak truk mobil itu bertujuan untuk mengelabui para petugas. 

Sayangnya, aksi nekat pemudik yang hendak bertolak ke Lampung Timur ini pun digagalkan oleh petugas dan diminta untuk putar balik.



(dis/syf)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement