Kisah Sedih Sopir Mobil Jenazah, Menangis Makamkan Pasien Corona Setiap Hari

YOA | Insertlive
Kamis, 16 Apr 2020 13:30 WIB
Jenazah PDP Corona dimakamkan.
Jakarta, Insertlive - Seorang pria bernama Muhammad Nursyamsurya membagikan kisah sedih terkait pekerjaannya sebagai sopir mobil jenazah. Ia mengaku belakangan ini situasi pekerjaan tak seperti biasanya.

Hal itu karena Nursyamsurya harus membantu membawa banyak jenazah korban virus corona (COVID-19). Ia selalu menangis ketika mengurus jenazah yang jumlahnya bisa mencapai puluhan setiap hari.

"Pertama, memang itu tugas, memang kami harus menjalankan itu. Rasa khawatir ada, manusiawi. Tapi hari ke hari karena bertambahnya yang meninggal itu membuat kami sedih, karena bertambah terus," ujar Nursyamsurya dalam tayangan Mata Najwa di Twitter, Kamis (16/4).


Semakin bertambahnya korban yang meninggal karena virus tersebut, diakui Nursyamsurya membawa duka yang mendalam baginya. Terlebih, masih banyak masyarakat yang seakan berusaha tak peduli dengan kondisi yang sedang terjadi di Tanah Air.

"Jalanan Jakarta itu masih penuh, masih macet, seharusnya mereka tahu apa yang mereka kerjakan sekarang. Kami memakamkan jenazah-jenazah ini yang tiap hari bertambah, tolong ikuti instruksi pemerintah, diam di rumah, kurangi pekerjaan kami, sedih lihatnya," kata Nursyamsurya.

Nursyamsurya ingin masyarakat bekerja sama memutus rantai penyebaran virus corona. Bahkan jika bisa, Nursyamsurya ingin berteriak di depan masyarakat agar mereka sadar bahwa virus corona ini bukan hal sepele.

"Saya ingin naik pakai tronton teriak di jalanan kepada masyarakat tolong kalian diam di rumah, tolong ikuti anjuran pemerintah, kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamkan tiap hari, pasti kalian akan sedih. Karena jenazah itu enggak ada yang diantar, enggak ada yang didoain langsung masuk ke liang lahat," ujarnya sambil menangis.

Dengan nada yang terbata-bata, Nursyamsurya berharap masyarakat bisa saling mengerti, sadar akan kondisi Indonesia yang sampai saat ini belum juga membaik.

"Kami memakamkan jenazah ini tiap hari, minta tolong, kita juga punya keluarga, kita punya tetangga, kita punya kehidupan. Kehidupan seperti ini, masa harus gini terus," ujar Nursyamsurya.

Berdasarkan data, korban yang terjangkit virus corona kini mencapai 5.136 orang. Dari jumlah pasien tersebut, 446 pasien di antaranya dinyatakan sembuh, sedangkan pasien yang meninggal dunia sebanyak 469 orang.

[Gambas:Video Insertlive]



(yoa/fik)
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER