Shumukh, Parfum Termahal di Dunia yang Dihiasi Berlian dan Permata

Insertlive | Insertlive
Kamis, 02 Jun 2022 13:26 WIB
Parfum Shumukh
Jakarta, Insertlive -

Nabeel produsen parfum asal Dubai belum lama ini meluncurkan produk baru.

Produk tersebut bahkan berhasil memecahkan rekor sebagai parfum termahal di dunia.

Parfum termahal di dunia itu yang dibuat Nabeel itu bernama Shumukh.


Produk parfum ini bahkan masuk dalam Guinness Book of Records.

Parfum ini berhasil menjadi yang termahal di dunia karena memiliki berlian terbanyak di botolnya.

Nama Shumukh yang berasal dari bahasa Arab ini memiliki arti layak mendapat tempat tertinggi.

Arti nama tersebut lantas menjelaskan parfum Shumukh sebagai produk termahal di dunia.

Parfum ShumukhParfum Shumukh jadi yang termahal di dunia/ Foto: Instagram

Botol parfum dihiasi dengan 3.571 berlian, emas, dan permata. Tak heran bila Shumukh langsung menjadi parfum termahal di dunia.

Dilansir dari halaman The Spirit of Dubai, parfum Shumukh dijual dengan harga mencapai US$1,2 juta atau sekitar Rp18 miliar.

Parfum Shumukh ini tersedia dalam botol berukuran 3 liter yang lebih besar dari produk pada umumnya.

Parfum tersebut menawarkan kombinasi aroma amber, sandalwood, musk, agarwood India yang langka, mawar Turki, patchouli, ylang-ylang hingga frankincense.

Wangi parfum Shumukh disebut akan tahan lama hingga lebih dari 12 jam usai disemprotkan ke kulit.

Bahkan, wangi parfum ini bisa tahan hingga 30 hari bila disemprot ke pakaian.

Parfum mewah dan termahal di dunia ini merupakan rancangan Asghar Adam.

Asghar menghabiskan waktu hingga lebih dari tiga tahun untuk merancang parfum tersebut.

Parfum ini pertama kali diluncurkan di Menara Burj Khalifa dan menampilkan kisah Emirat yang agung lewat tujuh elemen desain.

Tujuh elemen desain tersebut yakni mutiara bawah laut, elang, kuda, bunga mawar, kemewahan, keramahan orang Arab, dan status Dubai sebagai kota masa depan.

(ikh/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER