Misteri Baju Pink Saksi Bisu Kematian Tragis Presiden Amerika Serikat

SYAFRINA SYAAF - INSERTLIVE
Jumat, 20 Mar 2020 18:31 WIB
Misteri Baju Pink Saksi Bisu Kematian Tragis Presiden Amerika Serikat
Jakarta, Insertlive - Hari Jumat, 22 November 1963, Presiden ke-35 Amerika Serikat (AS) John F Kennedy tewas setelah dua timah panas yang ditembakkan mengenai kepala dan lehernya di Dallas, AS.

Tembakan tersebut langsung melumpuhkan Presiden yang akrab disapa JFK tersebut dan terjatuh di pangkuan sang istri, Jacqueline Kennedy atau Jackie.

Kehadiran Jackie pada iring-iringan mobil tersebut sebenarnya bisa dibilang sangat tidak biasa.

Pasalnya, Jackie nyaris tidak pernah ikut ketika JFK melakukan perjalanan politik dalam skala besar.



Kala insiden tragis yang merenggut nyawa JFK, Jackie yang dikenal memiliki selera berbusana elegan mengenakan setelan berwarna pink atau merah muda.

Baju Jackie tersebut pun menjadi saksi bisu penembakan JFK karena menyimpan sisa darah sang presiden di bagian kemeja dan rok.

Awalnya, publik mengira bahwa busana pink Jackie tersebut rilisan rumah mode ternama asal Paris Chanel.

Bahkan, Arsip Nasional dan Catatan Administrasi AS menuliskan busana pink Jackie dengan label Pink Chanel Suit

Ternyata, baru diketahui belakangan baju tersebut merupakan karya penjahit asal Amerika Serikat bernama Chez Ninon.

Jackie memang meminta sang penjahit untuk membuatkan baju yang persis seperti koleksi musim gugur/musim dingin Chanel tahun 1961.

Busana pink karya Chez Ninon itu memiliki aksen kerah biru dan kancing emas. Jackie kemudian mengenakannya dengan padanan topi kotak (pillbox) dan sepasang sarung tangan putih.

Karya busana tiruan yang terlihat elegan di tubuh Jackie bahkan mendapatkan pujian dari Coco Chanel. 

Jackie berkeras untuk tetap mengenakan baju pink yang bersimbah darah JFK tersebut pada hari Wakil Presiden Lyndon B. Johnson disumpah sebagai Presiden di dalam pesawat kepresidenan Air Force One satu hari setelah JFK tewas.

Berdasarkan laporan People, staf kepresidenan memintanya untuk mengganti baju, tapi Jackie menolak.

"Biarkan mereka melihat apa yang telah mereka lakukan padaku," sebut Jackie.

Pada tahun 2003, Caroline B. Kennedy putri Jackie dan JFK memberikan baju pink bersejarah itu pada National Archives.

Berdasarkan akta perjanjian, baju pink Jackie baru bisa diperlihatkan pada publik 100 tahun setelah Caroline menyerahkan pada National Archives yakni tahun 2103.

Sekarang, setelah yang menyimpan sejarah, derita, dan air mata Jackie menyaksikan detik-detik terakhir hidup sang suami tersebut disimpan dalam sebuah ruangan khusus.

Ruangan itu memiliki kendali iklim, kontrol udara, dan wadah khusus agar tidak rusak serta mengalami perubahan tekstur.



[Gambas:Video Insertlive]






(des/des)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER