Perjuangan Verrell Bramasta untuk Nyoblos Pertama Kali
DINDA TAMARA PUTRI |
Insertlive
Jakarta
-
Pesinetron Verrell Bramasta akhirnya dapat merasakan pesta demokrasi untuk pertama kali dalam hidupnya. Anak dari Venna Melinda itu rela harus pindah dari TPS ke TPS lainnya karena namanya tidak terdaftar.
Namun, ternyata prosesnya tidak semudah yang ia bayangkan. Namanya tidak terdaftar karena ia di anggap warga baru yang belum menetap selama 5 tahun sehingga tidak mendapat undangan. Lalu di TPS selanjutnya ia ditolak karena kehabisan surat suara. Akhirnya Verrell pun harus mendatangi beberapa TPS lainnya. "Hal-hal baru yang aku pikir sesimpel kita dateng bawa KTP terus abis itu selesai tapi ternyata enggak." lanjutnya.
Sesaat sebelum pemilu, ia sempat ditawari untuk menjadi caleg. Namun Verrell menolak dan memilih untuk fokus pada dunia hiburan yang membesarkan namanya.
Verrell pun mengatakan tidak akan mengumbar pilihannya. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya seorang pemimpin harus punya wibawa, ketulusan hati, dan bekerja untuk rakyat. Menyingkirkan apa pun kepentingan pribadi atau kepentingan politik. Membuat indonesia menjadi negara yang maju.
(yoa/fik)
Loading ...
Advertisement
Namun, ternyata prosesnya tidak semudah yang ia bayangkan. Namanya tidak terdaftar karena ia di anggap warga baru yang belum menetap selama 5 tahun sehingga tidak mendapat undangan. Lalu di TPS selanjutnya ia ditolak karena kehabisan surat suara. Akhirnya Verrell pun harus mendatangi beberapa TPS lainnya. "Hal-hal baru yang aku pikir sesimpel kita dateng bawa KTP terus abis itu selesai tapi ternyata enggak." lanjutnya.
Foto: Marianus HarmitaVerrell Bramasta |
Sesaat sebelum pemilu, ia sempat ditawari untuk menjadi caleg. Namun Verrell menolak dan memilih untuk fokus pada dunia hiburan yang membesarkan namanya.
Verrell pun mengatakan tidak akan mengumbar pilihannya. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya seorang pemimpin harus punya wibawa, ketulusan hati, dan bekerja untuk rakyat. Menyingkirkan apa pun kepentingan pribadi atau kepentingan politik. Membuat indonesia menjadi negara yang maju.
(yoa/fik)
Foto: Marianus Harmita