Advertisement

'Supergirl' Gagal Bersinar di Bioskop, Pendapatan Perdana Jauh dari Harapan DC

Yogi Alfian | Insertlive
Supergirl (2026).
'Supergirl' Gagal Bersinar di Bioskop, Pendapatan Perdana Jauh dari Harapan DC (Foto: Dok. Warner Bros)
Jakarta -

Film Supergirl yang dibintangi Milly Alcock belum mampu memenuhi ekspektasi di pekan perdana penayangannya. Pendapatan film terbaru DC Universe itu dinilai mengecewakan dan memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan waralaba tersebut.

Berdasarkan perkiraan studio yang dirilis Rentrak pada Minggu (28/6), Supergirl hanya meraih pendapatan sekitar 38 juta dolar AS atau sekitar Rp678 miliar di box office Amerika Utara pada akhir pekan pembukaannya.

Hasil itu membuat Supergirl harus puas berada di posisi kedua. Sementara itu, Toy Story 5 masih bertahan di puncak box office dengan pendapatan sekitar 70 juta dolar AS atau setara Rp1,2 triliun pada pekan keduanya.

Capaian tersebut berada di bawah target awal. Sebelumnya, Supergirl diprediksi mampu meraih pendapatan mendekati 50 juta dolar AS pada akhir pekan pertama penayangannya.

Advertisement

Jika dibandingkan dengan Superman yang dirilis pada 2025, selisihnya juga cukup jauh. Film yang memperkenalkan David Corenswet sebagai Superman itu sukses membuka penayangan dengan pendapatan sekitar 125 juta dolar AS dan akhirnya mengumpulkan lebih dari 600 juta dolar AS di seluruh dunia.

Bahkan, pencapaian Supergirl masih berada di bawah The Flash yang sempat meraih 55 juta dolar AS saat debut. Pendapatannya juga hampir setara dengan Joker: Folie à Deux yang memperoleh sekitar 37 juta dolar AS, padahal kedua film tersebut juga dianggap kurang berhasil di box office.

Hasil ini membuat banyak pihak mempertanyakan perkembangan DC Universe yang sedang dibangun ulang oleh James Gunn dan Peter Safran. Padahal, proyek tersebut dibuat untuk mengembalikan kejayaan film-film DC setelah beberapa judul sebelumnya gagal memenuhi target pendapatan.

Sebelum era DC Universe dimulai, film seperti Shazam! Fury of the Gods, The Flash, Blue Beetle, hingga Aquaman and the Lost Kingdom juga tampil kurang memuaskan di bioskop.

Tak hanya dari sisi pendapatan, respons penonton terhadap Supergirl juga terbilang beragam. Survei CinemaScore memberikan nilai rata-rata B-, lebih rendah dibandingkan Superman yang memperoleh nilai A-.

Film Supergirl sendiri mengisahkan Kara Zor-El yang berusaha menyelamatkan anjing kesayangannya, Krypto, setelah diracuni. Dalam perjalanannya, ia bekerja sama dengan seorang gadis muda yang ingin membalas dendam kepada pelaku pembunuhan orang tuanya. David Corenswet juga kembali tampil singkat sebagai Superman.

Meski hasil awal Supergirl belum memuaskan, DC masih menyiapkan sejumlah proyek besar berikutnya. Film Clayface dijadwalkan tayang pada Oktober mendatang. Karena dibuat dengan anggaran lebih kecil, film tersebut tidak dituntut meraih pendapatan fantastis agar bisa dianggap sukses.

Setelah itu, DC akan merilis Man of Tomorrow pada Juli 2027 yang kembali mempertemukan David Corenswet sebagai Superman dan Milly Alcock sebagai Supergirl. Film tersebut diprediksi menjadi ujian penting untuk melihat apakah performa Supergirl hanya menjadi hambatan sementara atau justru menandakan DC masih menghadapi tantangan besar.

Selain itu, The Batman: Part II yang dibintangi Robert Pattinson juga dijadwalkan tayang pada Oktober 2027. Film ini berada di semesta yang berbeda dari DC Universe utama dan diharapkan mampu mengulang kesuksesan film pertamanya yang meraih hampir 800 juta dolar AS di seluruh dunia.

(yoa/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement