Milly Alcock Akhirnya Paham Alasan Martin Scorsese & Ridley Scott Benci Film Superhero
Di tengah perdebatan panjang soal film superhero, aktris muda Milly Alcock justru mengambil posisi yang cukup bijak.
Alih-alih membela genre yang membesarkan namanya, ia mengaku memahami kritik keras dari dua sutradara legendaris: Martin Scorsese dan Ridley Scott.
Seperti diketahui, Scorsese dan Ridley Scott sudah lama vokal mengkritik film superhero.
Scorsese bahkan pernah menyebutnya sebagai ancaman bagi budaya, sementara Ridley Scott menilai film-film tersebut membosankan dengan naskah yang lemah.
Menanggapi hal itu, Milly Alcock-yang akan membintangi film Supergirl-tidak menolak kritik tersebut. Ia justru melihatnya sebagai bagian dari sudut pandang seniman yang berbeda generasi.
"Saya mengerti. Mereka sudah lama berkecimpung di dunia perfilman dan membuat film-film fenomenal," ujarnya di Vanity Fair.
Menurutnya, dalam dunia seni, tidak semua karya harus disukai semua orang. Justru perbedaan selera itulah yang membuat industri film tetap hidup dan berkembang.
"Tidak setiap film cocok untuk semua orang. Keindahan seni adalah Anda bisa selektif," lanjutnya.
Film Supergirl sendiri dijadwalkan tayang pada 26 Juni mendatang dan menjadi bagian dari semesta baru DC. Proyek ini juga akan menampilkan Jason Momoa sebagai karakter Lobo.
Sebelum dipercaya memerankan Supergirl, Milly Alcock lebih dulu mencuri perhatian lewat perannya sebagai Rhaenyra Targaryen dalam serial House of the Dragon. Namun perjalanan kariernya ternyata tidak selalu mulus.
Ia pernah mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri saat awal syuting, bahkan ada kru yang ingin menghadirkan pelatih akting untuknya.
"Itu hanya mengkonfirmasi semua yang saya ketahui... bahwa saya tidak terlalu pandai dalam pekerjaan saya," candanya saat tampil di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon.
Kini, dengan proyek besar di tangan, Milly Alcock justru menunjukkan kedewasaan dalam memandang industri film.
Di saat banyak pihak saling berseberangan soal film superhero, ia memilih satu sikap sederhana yakni memahami, bukan melawan.
(ikh/ikh)