Tambahkan Bumbu Dapur Ini ke Kopi, Bisa Hilangkan Kantuk dan Risiko Diabetes Menurun
Kopi menjadi salah satu minuman populer yang biasa dinikmati masyarakat tiap pagi.
Kopi hitam biasa dibuat untuk menghilangkan rasa kantuk di pagi hari. Kopi biasa dibuat sebelum menjalani aktivitas seharian.
Namun kini bukan hanya pagi hari, kopi juga sering diminum pada jam-jam siang atau sore hati. Bahkan tak sedikit masyarakat Indonesia yang menikmati secangkir kopi pada malam hari ketika harus bekerja lembur atau mengerjakan banyak tugas.
Mengonsumsi kopi secara berlebihan tentu memiliki efek samping tersendiri. Terlebih jika yang dikonsumsi bukanlah kopi hitam melainkan kopi yang sudah tercampur dengan susu dan gula.
Penikmat kopi pun bisa memiliki risiko terkena penyakit diabetes dan beberapa penyakit lainnya. Namun, ternyata ada lo cara lain untuk bisa menikmati kopi agar manfaatkan bisa dirasakan secara maksimal oleh tubuh.
"Kopi kaya akan antioksidan, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum satu hingga empat cangkir sehari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan bahkan beberapa kondisi otak seperti Parkinson," ungkap pakar nutrisi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, yang dilihat dari EatingWell.
Bahan tambahan yang dapat memaksimalkan manfaat kopi pun cukup mudah ditemukan di dapur yaitu kayu manis. Dengan menambahkan kayu manis ke dalam secangkir kopi bisa memberikan sensasi rasa manis alami yang hangat tanpa perlu menambahkan gula atau krimer.
Bumbu dapur itu memiliki khasiat yang luar biasa terutama dalam menekan risiko penyakit diabetes tipe 2. Kayu manis juga mampu memperlambat penyerapan glukosa di dalam tubuh dan meningkatkan sensitivitas insulin. Manfaat itu membuat kadar gula darah tidak langsung melonjak tajam.
"Efek kayu manis pada stabilitas gula darah dapat mengurangi rasa lapar reaktif dan keinginan akan gula. Dengan memperlambat penyerapan glukosa dan mendukung sensitivitas insulin, kayu manis dapat membantu menjaga tingkat energi yang lebih stabil," papar Routhenstein.
"Kombinasi ini dapat membantu menstabilkan kadar gula darah setelah makan dan meningkatkan asupan antioksidan," lanjutnya.
(agn/dia)