Hati-hati, Warna Pagar Ini Bisa Bikin Rumah Sulit Terjual
Warna cat untuk pagar rumah seringkali terpengaruh pada selera pribadi seseorang.
Namun, bagi kalian yang berencana menjual properti dalam waktu dekat, pilihan warna ini bisa jadi penentu apakah calon pembeli akan mampir atau justru langsung tancap gas melewati rumah yang kalian jual.
Berikut adalah beberapa warna pagar yang sebaiknya dihindari agar rumah kalian tidak sulit terjual:
1. Warna Neon yang Terlalu Mencolok
Warna seperti kuning stabilo, pink fanta, atau hijau lime mungkin mencerminkan kepribadian yang ceria. Namun, bagi calon pembeli, warna ini sering dianggap 'polusi visual'.
Warna mencolok tersebut mendominasi pemandangan dan mengalihkan fokus dari arsitektur rumah itu sendiri. Warna mencolok itu juga tidak memberikan kesan yang tenang dan homey, yang biasanya dicari oleh penghuni baru.
2. Hitam Pekat
Hitam kerap dianggap memberikan kesan elegan dan modern. Namun, penggunaan warna hitam pekat pada pagar yang sangat tinggi atau tertutup rapat ternyata dapat memberikan kesan negatif.
Pagar hitam yang tinggi bisa memberikan kesan tertutup dan tidak ramah. Secara psikologis, pagar warna ini bisa menciptakan rasa intimidasi bagi orang yang baru pertama kali berkunjung.
3. Putih Bersih yang Tak Terawat
Warna merupakan warna netral yang memberikan kesan klasik bagi pemiliknya. Tetapi, warna ini bak pedang bermata dua karena membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak rajin membersihkannya, warna ini akan menjadi musuh utama penjualan.
Terutama di iklim tropis seperti Indonesia, pagar putih sangat mudah terkena noda air, lumut, dan debu jalanan.
4. Warna Pastel
Warna seperti biru muda atau ungu muda yang sangat pucat memang bisa terlihat cantik di katalog, tetapi di lapangan, warna ini sering kali terlihat seperti warna yang sudah lama luntur karena sinar matahari.
Calon pembeli umumnya menginginkan rumah yang terlihat segar dan warna pastel yang tampak pudar membuat properti terlihat lebih tua dari usia aslinya.