Advertisement

Tren Kompos Jasad Manusia yang Bikin Ngeri-ngeri Sedap

InsertLive | Insertlive
Kompos
Tren Kompos Jasad Manusia yang Bikin Ngeri-ngeri Sedap/Foto: 20Detik
Jakarta -

Jasad orang meninggal yang dikubur atau dikremasi diklaim menjadi alternatif baru sebagai kompos. Metode tersebut mengubah jasad manusia menjadi tanah dalam waktu relatif singkat.

Secara alami, proses tersebut sebenarnya terjadi ketika seseorang dikubur tetapi pengomposan manusia bisa mempercepat mekanismenya. Proses ini meniru apa yang terjadi di hutan.

"Sebenarnya apa yang kami lakukan ini adalah mempercepat proses yang sepenuhnya alami," kata CEO Earth Funeral, Tom Harries, dikutip CNNIndonesia.

Proses pengomposan manusia ini dianggap sebagai pilihan bersahabat bagi iklim dan bumi karena menghasilkan emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan kremasi dan tak menggunakan bahan kimia pengawet seperti pemakaman tradisional.

Advertisement

Sejatinya, kremasi sendiri berdampak buruk bagi iklim karena membutuhkan gas alam dalam jumlah besar untuk menyalakan tungku pembakaran.

Adapun tren pengomposan jasad manusia ini hanya butuh waktu 45 hari dan menghasilkan 136 kilogram tanah kaya nutrisi. Keluarga pertama yang melakukan tren pengomposan ini adalah Laura Muckenhoupt. Ia mengomposkan jasad putranya, Miles, yang meninggal dunia pada usia 22 tahun.

"Kami akan membesarkannya dan kami akan terus menjadi orang tuanya, saudara perempuannya, serta teman-temannya. Ini menjadi salah satu penghiburan untuk kami," kata Laura.

Dalam beberapa tahun berikutnya, tanah dibagikan dan ditanami di berbagai tempat termasuk Indonesia dan Tuscany. Tanah dari jasad Miles ini digunakan untuk menumbuhkan pohon markisa di Portugal dan pohon Pakis di Hawaii.

Sementara sebagian tanah Miles dimanfaatkan untuk menanam semak mawar di taman rumahnya dan sisanya disimpan di area penanaman halaman belakang.

(dis/dis)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement