Kata Dokter soal Tren Filler dari Lemak Mayat
Tren dunia kecantikan ramai membahas hal kontroversial soal filler dari lemak mayat.
Prosedur itu mulai dibicarakan karena diklaim mampu memberikan volume serta bentuk tubuh yang instan tanpa perlu melakukan operasi besar.
Dilansir dari NYPost, filler dari lemak mayat, Alloclae tersebut dinilai menjadi inovasi baru dalam dunia estetika dan regenerative medicine.
Filler dari lemak mayat itu disterilkan dan dihilangkan DNA-nya untuk kemudian disuntikkan pada tubuh manusia.
Berbeda dari metode tradisional, prosedur ini tak memerlukan lemak dari tubuh pasien layaknya fat grafting. Namun, nyatanya teknik filler menggunakan lemak mayat ini tak disetujui semua dokter.
Ahli bedah plastik di New York, Dr. Tommaso Addona mengatakan bahwa dirinya masih belum nyaman dengan filler dari lemak donor khususnya untuk area payudara.
"Payudara merupakan organ kompleks yang sensitif hingga membutuhkan penelitian mendalam sebelum akhirnya muncul tren filler baru tersebut," kata Tommaso.
Masalah lainnya adalah kemungkinan munculnya komplikasi yang bisa mengganggu pemeriksaan kesehatan seperti mamogram untuk mendeteksi kanker payudara.
Meski demikian, tren filler lemak mayat ini memiliki keunggulan lain yakni proses cepat dan minim downtime tanpa anestesi umum. Pasien pun bisa langsung beraktivitas secara ringan dalam kurun waktu 24 jam.
(dis/and)