Menikmati Santap Buka Puasa dengan Suasana Kolonial Belanda
Di Utara kota Jakarta, masih berdiri bangunan-bangunan bergaya Belanda dengan megah peninggalan dari zaman VOC.
Kawasan yang kini disebut sebagai Kota Tua Jakarta dulunya merupakan markas besar VOC, benteng pertahanan, hingga pusat hilir mudik perdagangan rempah-rempah di Kali Besar.
Bangunan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini bukan cuma menjadi saksi sejarah, tetapi membawa nostalgia suasana kolonial Belanda dengan segala keestetikannya.
Bukan cuma mengagumi sejarah lewat bangunan, pengunjung juga bisa merasakan sejarah lewat cita rasa kuliner seperti yang ditawarkan oleh House of Tugu.
Di bulan Ramadan, mereka menyajikan The Spice Route of Indonesia Iftar, sebuah perjalanan rasa yang terkurasi, mengajak tamu menelusuri jalur rempah Nusantara dari satu hidangan ke hidangan berikutnya.
"Konsep ini terinspirasi langsung dari sejarah bangunan dan kawasan di sekitarnya. Rempah bagi kami bukan sekadar bahan dapur, melainkan bagian dari memori Nusantara yang masih terasa hingga kini. Ramadan menjadi momen yang paling relevan untuk menghadirkannya kembali melalui rasa,"ujar Shafa Haura, Representatif House of Tugu Jakarta saat bercerita kepada InsertLive, Senin (9/3).
Ada beberapa menu andalan yang menjadi sajian utama di bulan Ramadan karena cerita di baliknya, dari mana asalnya, rempah apa yang membentuknya, dan bagaimana ia terhubung dengan sejarah kawasan ini.
Mulai dari Gulai Kambing Padang membuka pengalaman berbuka dengan daging yang dimasak perlahan dalam kuah rempah yang kaya dan berlapis.
Bebek Betutu Gianyar disajikan utuh, dibalut pasta rempah khas Bali lalu dipanggang hingga teksturnya lembut dan sarat cita rasa.
Hingga penutup manis, Jejak Rempah di Dalam Kurma yang menghadirkan kurma premium berisi kacang mede panggang dengan sentuhan kayu manis yang halus, dilengkapi Kolak Biji Salak dengan gula aren dan santan beraroma jahe yang hangat.
Menu Iftar House of Tugu/ Foto: Arman Maulana Azis - InsertLive.com |
Pengalaman tersebut kemudian diperkaya dengan Iftar Royale Espresso dari Babah Koffie, perpaduan espresso, kurma, dan rempah dalam satu sajian yang elegan.
Bukan cuma Ramadan, House of Tugu Jakarta lewat restoran Jajaghu juga mengadakan The Archipelago Legacy,pengalaman bersantap Idul Fitri yang lahir dari tradisi kuliner dan jalur rempah yang pernah menjadikan Batavia pusat dunia.
(arm/fik)
Menu Iftar House of Tugu/ Foto: Arman Maulana Azis - InsertLive.com