Christian Bale Ungkap Frankenstein di Film 'The Bride!' Terinspirasi Sid Vicious & Richey Edwards
Christian Bale mengungkapkan inspirasi unik di balik penampilannya sebagai Frankenstein dalam film terbaru The Bride!.
Ia menyebut karakter tersebut banyak terpengaruh oleh ikon musik punk, mulai dari Sid Vicious hingga Richey Edwards.
Film yang disutradarai oleh Maggie Gyllenhaal itu menghadirkan versi baru kisah klasik Frankenstein dengan sentuhan gaya punk rock.
Bale mengatakan bahwa musik menjadi elemen penting selama proses produksi film tersebut.
Menurut Bale, Gyllenhaal bahkan meminta para pemain untuk mengirimkan lagu-lagu yang bisa menjadi inspirasi dalam membangun karakter mereka.
"Ada begitu banyak musik di lokasi syuting," ujar Bale di NME, Minggu (8/3).
Ia menambahkan bahwa sang sutradara meminta dirinya dan lawan mainnya, Jessie Buckley, mengirimkan berbagai lagu yang menurut mereka cocok dengan interpretasi karakter dalam film.
Dalam membentuk karakter Frankenstein-yang di film ini juga dipanggil Frank-Bale banyak mendengarkan musik punk.
Ia menyebut beberapa band yang menjadi referensi, seperti The Osees, The Pogues, hingga Spacemen 3.
Sementara itu, Jessie Buckley yang memerankan karakter Bride lebih banyak mendengarkan musik dari Spiritualized untuk membangun karakternya.
Tidak hanya memengaruhi pendekatan akting, musik punk juga memberi inspirasi pada gaya visual karakter Frank.
Bale mengatakan salah satu referensi awalnya adalah penampilan Sid Vicious yang ikonik dengan jaket putih saat menyanyikan lagu "My Way" dalam film The Great Rock 'n' Roll Swindle.
Selain itu, sosok Richey Edwards juga menjadi inspirasi kuat bagi Bale. Edwards dikenal dengan aksi kontroversialnya ketika mengukir tulisan "4 Real" di lengannya, yang mencerminkan sikap pemberontakan khas punk.
Film ini juga menampilkan adegan dansa ballroom yang cukup mencolok. Bale mengakui bahwa dirinya sebenarnya menyukai menari, tetapi bukan penari yang terlatih.
Karena itu, ia mencari inspirasi yang tidak biasa untuk menciptakan gerakan karakter Frank.
"Salah satu inspirasinya adalah seekor simpanse yang buang air ke tangannya lalu melemparkannya. Itu benar-benar pernah saya lihat di Kebun Binatang San Diego," kata Bale sambil tertawa.
Menurutnya, adegan dansa itu menggambarkan bentuk protes emosional dari karakter Frank.
Dalam cerita film, Frank akhirnya bertemu idolanya, Ronnie Reed yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal.
Namun pertemuan tersebut justru memunculkan rasa sakit karena Frank merasa idolanya tidak mengenalnya seperti ia mengenal sang idola.
"Itu seperti seorang penggemar berat Eminem yang akhirnya bertemu idolanya, tetapi ditolak. Tarian itu lahir dari rasa sakit tersebut," jelas Bale.
Meski mengaku sangat mengidolakan banyak musisi rock, Bale mengatakan ia tidak pernah merasa perlu bertemu langsung dengan mereka.
"Saya tidak ingin dan tidak perlu bertemu mereka. Yang saya minati adalah karya seni mereka," ujarnya.
Bale juga mengungkapkan beberapa album favorit yang selalu ia dengarkan, termasuk Hell's Ditch dari The Pogues, Bummed dari Happy Mondays, serta Lazer Guided Melodies dan Pure Phase dari Spiritualized.
"Musik adalah bentuk seni yang paling penting dalam hidup saya," kata Bale.
"Saya menggunakannya untuk berakting sepanjang waktu. Itu sesuatu yang benar-benar tidak bisa saya tinggalkan." tutupnya.
(ikh/ikh)