Suratan Takdir Lars Eidinger Perankan Brainiac di Film Superman 'Man of Tomorrow'
Lars Eidinger membuat langkah besar menuju ke semesta pahlawan super DC Universe (DCU).
Aktor asal Jerman ini menambah daftar peran yang akan membintangi lanjutan film Superman yang berjudul Man of Tomorrow.
Pria kehalahiran Berlin ini memerankan karakter bernama Brainiac. Salah satu musuh terbesar Superman ini merupakan cyborg cerdas dari planet Colu yang punya obsesi besar untuk mengumpulkan semua pengetahuan di alam semesta.
Aktor ini membagikan kisah perihal rasa ketertarikan untuk memerankan Brainiac. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bagaimana proses seleksi dirinya untuk peran tersebut.
Rupanya, ada perbedaan besar yang dirasakan Eidinger ketika menerima peran di film besar bertema pahlawan seperti Superman.
"Meskipun awalnya mengejutkan, film ini punya ambisi filosofis yang serius. Bagi saya, mereka membawa bobot cerita penuh kiasan yang besar. Ambil contoh kata super, kata itu sering digunakan untuk sesuatu yang hebat atau luar biasa," ungkapnya di The Hollywood Reporter.
"Padahal, super sebenarnya berarti 'di atas' atau 'melampaui'. Jadi, Superman adalah seorang Ubermensch (Manusia Unggul). Anda juga punya konsep Superego. Jadi, dimensi psikologis yang mendalam sebenarnya sudah tertanam di dalamnya sejak awal," sambungnya.
Eidinger juga mengungkapkan bagaimana kehidupan di dunia teater membantunya untuk mendalami karakter Brainiac.
Bintang Persian Lessons kemudian menceritakan pengalaman saat pertama kali berada di lokasi syuting Man of Tomorrow.
"Minggu lalu saya berada di lokasi syuting saat latihan dan meminta izin untuk melihat proses syuting yang sudah dimulai. Saya melihat seorang aktor mengenakan kostum Superman, tergantung pada kabel di depan bluescreen," kata Eidinger.
"Saya memandangi citra itu dan berpikir: Ini adalah esensi dari fiksi. Itu adalah citra yang sama signifikannya dengan sosok Hamlet yang sedang memegang tengkorak: Superman, dalam pose khasnya, tergantung pada kabel di depan sebuah bluescreen," lanjutnya.
Pria yang kini berusia 50 tahun ini lantas menganggap momen dirinya terpilih untuk memerankan Brainiac sebagai suratan takdir yang tak terbayangkan.
"Berada di semesta Superman bukanlah impian atau hasrat yang membara bagi saya. Namun sekarang setelah hal ini benar-benar terjadi, saya melihat ada kepastian tertentu di dalamnya, sesuatu yang hampir terasa seperti takdir," tutupnya.
(ikh/fik)