Perjuangan 12 Minggu Berbuah Manis, Peserta Tantangan Diet Turun hingga 19 Kg
Perjuangan menurunkan berat badan memang tidak mudah. Namun, hasilnya bisa sangat memuaskan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan konsisten.
Itulah yang dirasakan para peserta program tantangan penurunan berat badan 2025 yang telah berlangsung sejak Oktober 2025. Setelah menjalani proses selama 12 minggu, tiga peserta berhasil keluar sebagai pemenang dengan penurunan berat badan antara 18 hingga 23 persen dari berat awal.
Salah satu peserta, Feybe Arsella Manoppo (32), seorang ibu sekaligus pegawai, berhasil menurunkan lebih dari 14 kilogram atau setara 23 persen dari berat badannya. Lingkar perutnya juga berkurang hingga 17 cm.
"Saya mengalami kenaikan berat badan secara drastis setelah melahirkan pada tahun 2024. Setelah bb naik drastis bagian paha, lengan dan perut naik size-nya dan ini membuat saya merasa insecure. Saya sudah coba berbagai cara untuk turunkan bb disertai olahraga, namun tidak berhasil. Saat menjalani program diet bersama LIGHThouse, saya merasa menemukan tempat yang tepat untuk memandu saya melakukan program penurunan berat badan yang selama ini terasa mustahil," cerita Feybe.
Selama 12 minggu, Feybe mengikuti pola makan yang teratur dan menjalani perawatan yang direkomendasikan. Selain berat badan turun, ia juga merasa lebih memahami soal nutrisi dan mulai membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat.
Program yang diikuti para peserta ini bukan hanya fokus pada penurunan berat badan. Peserta dibimbing oleh dokter, ahli gizi, dan psikolog selama 12 minggu. Mereka juga mendapatkan suplemen pengatur nafsu makan dan pembakar lemak sesuai kebutuhan masing-masing.
Tujuannya bukan sekadar turun berat badan, tetapi juga membentuk pola pikir dan kebiasaan baru agar hasilnya bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, menjelaskan bahwa tantangan menurunkan berat badan saat ini semakin kompleks.
"Sebagai pioneer weight control centre yang telah beroperasi selama 22 tahun, banyak pasien yang datang ke LIGHThouse Clinic dengan berbagai macam masalah yang mereka hadapi. Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan para pejuang diet makin variatif, jadi tidak hanya faktor internal, tetapi faktor eksternal juga tidak kalah pentingnya, dan faktor-faktor diluar kendali kita misalnya dari lingkungan di sekitar kita dan seberapa dalam pengetahuan dan pemahaman kita terhadap nutrisi yang bisa di akses di media sosial. Di LIGHThouse, kami paham dengan segala tantangan tersebut dan untuk itu kami selalu siap memberikan pendampingan pada pasien dalam melakukan perjalanan penurunan berat badannya, dengan tujuan agar pasien mampu membentuk pola pikir baru dan kebiasaan sehat jangka panjang," ujarnya.
Peserta lain, Herfiena Oshita (37), juga merasakan perubahan besar. Ia berhasil menurunkan lebih dari 19 kilogram atau lebih dari 19 persen dari berat badannya.
"Saya memiliki kebiasaan makan berlebih saat sedang stress tinggi, akibatnya bb saya naik hingga hingga 103 kg. Sejak saat itu, saya merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, mobilitas terganggu, menstruasi tidak teratur. Setelah menjalani program diet di LIGHThouse Clinic, dan berhasil turun bb, perubahan ini drastis buat saya dan saya bangga dengan pencapaian ini," ujar Herfiena.
Ia juga merasa mendapat bekal penting tentang nutrisi.
"Mengikuti coaching dari Ahli Gizi di LIGHThouse Clinic memberikan saya pemahaman yang baik terkait nutrisi makanan, ini bekal yang baik karena sudah menjelang bulan Ramadan, dulu saat Ramadan saya bisa kalap, tapi sekarang saya sudah lebih memahami makanan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi," tambahnya.
Program ini berakhir menjelang bulan Ramadan. Masa puasa sering menjadi tantangan karena perubahan pola makan, terutama saat berbuka dan Lebaran.
Untuk membantu menjaga hasil yang sudah dicapai, dibagikan beberapa panduan sederhana:
- Saat sahur, pilih makanan tinggi protein dan berkuah.
- Saat berbuka, hindari gorengan dan makanan berlemak.
- Bagi penderita GERD, hindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan yang menghasilkan gas.
Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menegaskan pentingnya konsistensi.
"Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang konsisten. Ramadan adalah momen membangun pola makan lebih terkontrol."
Kisah para peserta ini membuktikan bahwa usaha yang dijalani dengan pendampingan dan komitmen bisa memberikan hasil nyata. Lebih dari sekadar angka di timbangan, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama untuk hidup yang lebih sehat.
(yoa/yoa)