Masih Suasana Valentine, 10 Puisi Romantis untuk Orang Tersayang
Hari Valentine menjadi momen yang tepat bagi setiap pasangan untuk mengungkapkan rasa cintanya. Salah satu cara mengungkapkannya adalah lewat rangkaian kata-kata romantis dalam wujud puisi yang indah.
Puisi romantis dapat menjadi salah satu kado Valentine terbaik bagi pasangan, terutama jika mereka memiliki love language tipe word of affirmation. Bait-bait puisi romantis bisa menjadi hadiah yang menyentuh hati untuk pasangan.
Buat Insertizen yang berencana untuk memberikan kado puisi kepada pasangannya saat Valentine, 10 puisi romantis berikut ini bisa menjadi ide kalian.
|
Baca Juga : Sejarah Coklat Sebagai Hadiah di Hari Valentine
|
Optimisme (Karya W.S. Rendra)
Cinta kita berdua
Adalah istana dari porselen
Angin telah membawa kedamaian
Membelitkan kita dalam pelukan
Bumi telah memberi kekuatan
Karena kita telah melangkah
dengan ketegasan
Muraiku,
Hati kita berdua
Adalah Pelangi selusin warna
Kangen (Karya W.S. Rendra)
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
Bahagia (Karya Seli Rahayu)
Akan sangat bahagia
Aku dan kamu bersama
Tak perlu mewah
Kita ciptakan cinta yang megah
Kita ciptakan syair syair cinta
Kita nyanyikan lagu lagu bahagia
Kita nikmati indahnya senja
Kita saling menggenggam
Dalam gelap malam
Dalam dingin hujan
Kita rayakan bersama
Kasih, bersamamu aku bahagia
Dengan kesederhanaan
Dengan tulus cinta
Terus rajut bahagia
Bersama ku tentunya
Bukti Hati (Karya Aji Royan Nugroho)
Aku terus mencoba
Meluluh lantahkan hatimu
Ketakutanku pada diri sendiri
Kali ini aku lebih berhati-hati
Agar tak patah hati
Kamu sesosok bidadari
Selalu membawa tawa
Kenapa terus tersipu malu
Untuk memberikan bentuk cinta
Dengan bukti-bukti mencintai
Memberi hati dan sesuatu
Tentu saja untuk buatmu bahagia
Cinta Sejati (Karya Supiani)
Sejak kehadiranmu hingga kini
Ruang hatiku beraroma wangi
Buaian bunga-bunga rindu menari
Yang kau tinggalkan di hati
Makin hari makin bersemi
Tanpa layu senyuman ini
Tersirami cinta suci
Darimu sang kekasih hati
Jangan kau biarkan aku sendiri
Ku hanya ingin memiliki
Dirimu seutuhnya cinta sejati
Menjadi harga mati tak tertawar lagi
Andai ada pengganggu hati
Hati ini kan tegas menghadapi
Janganlah engkau ragukan lagi
Cintaku tulus dan suci
Cintaku Jauh di Pulau (Karya Chairil Anwar)
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang, tapi terasa
Aku tidak 'kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu,
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau
Kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri
Taman (Karya Chairil Anwar)
Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
Halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
Dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
Aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan usia.
Jatuh Cinta Padamu (Karya Kahlil Gibran)
Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu
Hatiku Selembar Daun (Karya Sapardi Djoko Damono)
Hatiku selembar daun
Melayang jatuh di rumput
Nanti dulu,
Biarkan aku sejenak terbaring di sini
Ada yang masih ingin kupandang,
Yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi
Sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi.
Hanya (Karya Sapardi Djoko Damono)
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.