Advertisement

Sejarah Coklat Sebagai Hadiah di Hari Valentine

kpr | Insertlive
Ilustrasi kado Valentine
Sejarah Coklat Sebagai Hadiah di Hari Valentine / Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Tanggal 14 Februari dikenal dengan Hari Valentine, atau hari kasih sayang. Hari Valentine menjadi momen setiap pasangan merayakan hari kasih sayang dengan menghabiskan waktu romantis bersama, atau sekedar saling tukar kado.

Valentine juga akrab dengan coklat, sebagai bentuk hadiah yang biasa diberikan kepada orang terkasih. Lantas, bagaimanakah sejarahnya coklat identik dengan Valentine?

Berdasarkan jurnal bertajuk 'Chocolate, "Food of the Gods": Histort, Science, and Human Health' pada 2019, oleh Maria Teresa Montagna, coklat diyakini sebagai makanan para dewa.

Biji kakao dianggap makanan para dewa oleh suku Aztek dan Maya sejak zaman Mesoamerika. Tak hanya sebagai cemilan, kakao juga digunakan dalam ritual dan dianggap memiliki kekuatan magis.

Advertisement

Para bangsawan kala itu kerap menggunakan coklat pada hari-hari khusus, seperti pertunangan, pernikahan, dan festival keagamaan. Diperkirakan coklat sudah dikonsumsi sejak tahun 450 SM - 500 SM.

Masyarakat Mesoamerika kuno mengonsumsi coklat sebagai minuman berbusa. Mereka mencampurnya dengan jagung atau berbagai rempah, seperti vanili dan madu.

Minuman coklat mulai dibawa ke Spanyol, Inggris, dan Prancis oleh penjelajah Eropa pada abad ke-17. Kala itu, minuman coklat merupakan minuman bagi para penguasa untuk menunjukkan kewibawaan mereka.

Sejak saat itu, minuman coklat menjadi minuman yang sangat populer di istana-istana tempat para bangsawan Eropa berkumpul.

Pada tahun 1847, barulah coklat padat ditemukan. Masyarakat Eropa mulai tidak mencampurkan rempah-rempah pada coklat, yang sebelumnya dilakukan oleh orang Mesoamerika.

Namun, masyarakat Eropa tetap menggunakan vanila dalam campuran coklat, dikarenakan cita rasanya. Coklat pun mulai diproduksi secara massal seiring perkembangan teknologi. Coklat pun mulai diproduksi dengan berbagai bentuk, seperti permen.

Coklat pun mulai identik dengan Valentine, usai pengusaha asal Inggris, Richard Cadbury melihat adanya peluang besar. Ia pun mengemas coklat dalam sebuah kotak berbentuk hati, sebagai simbol kasih sayang.

Coklat produksi Richard itu pun memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding coklat pada umumnya. Sejak saat itu, banyak orang yang menggunakan coklat sebagai hadiah di hari Valentine.

Hingga saat ini, budaya memberikan coklat kepada orang terkasih pada Hari Valentine tetap dipertahankan. Sekedar informasi, coklat mengandung serotonin yang mampu menumbuhkan rasa bahagia pada seseorang yang mengonsumsinya.

(kpr/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement