Advertisement

7 Ikan Laut Beracun yang Perlu Dihindari Saat Dikonsumsi

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
6 Ton Ikan Buntal Dilelang Akibat Pandemi Berlanjut di Jepang
7 Ikan Laut Beracun yang Perlu Dihindari Saat Dikonsumsi/Foto: iStock
Jakarta -

Ikan dikenal sebagai makanan yang kaya akan protein dan omega-3 yang baik bagi kesehatan. Berkat kandungan nutrisinya yang tinggi, ikan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Sayangnya, tidak semua ikan aman untuk dimakan.

Pasalnya, ada sebagian ikan yang mengandung zat beracun mematikan. Jika tertelan, efeknya dapat memicu berbagai penyakit berbahaya. Bahkan bisa merenggut nyawa.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis ikan yang akan dikonsumsi. Berikut ini jenis-jenis ikan laut beracun yang perlu dihindari.

Ikan Buntal

Advertisement

Ikan buntal atau pufferfish banyak dijumpai di perairan laut tropis maupun subtropis. Ikan ini dikenal dapat menggembungkan tubuhnya saat mendapat ancaman dari para predator. Saat tubuhnya mengembang, ternyata ikan buntal memiliki racun yang sangat mematikan jika dikonsumsi.

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoksin yang dapat menyerang sistem saraf. Jenis racun ini bahkan diketahui lebih berbahaya daripada sianida. Keracunan ikan buntal dapat menimbulkan gejala ringan seperti mual dan muntah. Jika efeknya sudah parah, bisa berujung kematian.

Ikan Batu

Ikan batu alias stone fish adalah ikan yang punya kemampuan berkamuflase dengan warna terumbu karang. Sesuai dengan namanya, ikan ini akan menyerupai batu saat berkamuflase sehingga kerap tidak disadari oleh para predator.

Di balik keunikannya tersebut, ikan ini ternyata menyimpan racun yang sangat mematikan. Duri-duri yang ada di sepanjang tubuhnya dapat menghasilkan racun yang bisa menyebabkan rasa nyeri hingga kelumpuhan.

Ikan Hiu

Ikan hiu adalah salah satu jenis ikan predator yang ada di laut. Meski tidak memiliki racun alami, ternyata ikan hiu juga bisa mengandung racun dalam tubuhnya. Racun-racun tersebut berasal dari laut yang tercemar oleh zat dan limbah berbahaya.

Ditambah lagi, ikan hiu berada di puncak rantai makanan sehingga lebih rentan terpapar merkuri dan racun lainnya dalam kadar tinggi. Jika tidak sengaja terkonsumsi, dampaknya bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu kinerja otak.

Lionfish

Lionfish atau ikan singa dikenal sebagai salah satu ikan laut dengan corak tubuh yang cantik. Di samping keindahannya itu, ternyata ikan ini menyimpan racun yang sangat mematikan.

Tubuh lionfish memiliki duri-duri tajam yang mengandung racun neurotoksin dan asetilkolin. Racun ini digunakan sebagai bentuk pertahanan diri mereka dari predator. Jika tidak sengaja tersentuh, duri tersebut akan memberi sengatan yang sangat menyakitkan. Sengatan tersebut juga melepaskan racun neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Toadfish

Toadfish atau lebih dikenal sebagai ikan kodok adalah salah satu predator yang kerap dijumpai di seluruh wilayah lautan. Ikan ini dikenal gemar melakukan penyamaran untuk mengelabui mangsanya.

Dinamakan ikan kodok karena ikan ini memiliki mulut yang besar menyerupai katak. Selain bentuk bibirnya yang unik, ikan ini juga memiliki kulit licin yang dilapisi lendir. Lapisan lendir tersebut memiliki racun yang bisa menyebabkan iritasi kulit jika tidak sengaja tersentuh.

Ikan Pari

Ikan pari adalah kelompok ikan bertulang rawan yang banyak hidup di perairan laut. Ikan ini punya bentuk tubuh yang pipih dan lebar. Selain itu, ikan pari juga punya ekor panjang berduri yang mengandung bisa mematikan.

Sengatan dari ekor ikan pari ini bisa menyebabkan nyeri hebat jika tidak segera mendapat penanganan medis. Jika masuk ke dalam tubuh, bisa tersebut dapat menimbulkan kejang otot hingga kematian.

Surgeonfish

Surgeonfish dikenal dengan warna tubuh cantik yang terdiri dari warna biru dan kuning cerah. Ikan ini kerap dijumpai secara berkelompok di perairan dangkal.

Meski dapat dikonsumsi, surgeonfish berpotensi mengandung racun ciguatoksin dalam dagingnya. Racun itu dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga penyakit kardiovaskular.

(Astrid Riyani Atmaja/dis)

Komentar

!nsertlive

Advertisement