Sebut Gen-Z Alergi Nonton Adegan Seks, Olivia Wilde: Kok Lebih Nyaman Lihat Kekerasan?
Sutradara Olivia Wilde buka suara soal kegelisahan yang ia rasakan terhadap arah industri film saat ini. Wilde menyoroti perubahan sikap penonton modern yang dinilainya makin alergi terhadap adegan seks atau keintiman di layar lebar.
Menurut Wilde, ada standar ganda yang terasa makin jelas, terutama di kalangan penonton muda. Ia melihat penonton, termasuk dari Gen Z, sering kali lebih bisa menerima adegan tembak-tembakan brutal atau kekerasan berdarah, tetapi langsung merasa risih ketika film menampilkan momen intim antar karakter.
Fenomena tersebut, kata Wilde, membuat adegan seks di film kerap dianggap tidak penting, sekadar tempelan, atau bahkan dicap sebagai bentuk eksploitasi.
Padahal, ia menilai keintiman justru merupakan salah satu bahasa paling jujur dalam menggambarkan hubungan antarmanusia.
Wilde menegaskan bahwa jika adegan-adegan tersebut terus dihilangkan demi menghindari ketidaknyamanan penonton, film berisiko kehilangan kedalaman emosionalnya.
Cerita bisa terasa terlalu steril dan tidak lagi merepresentasikan realitas hubungan manusia secara utuh.
"Kenapa sih kita jauh lebih nyaman sama kekerasan daripada sama keintiman? Seks di film itu bukan soal teknis kegiatannya; ini soal kerentanan, komunikasi, dan dinamika kekuasaan antar karakter. Kita kehilangan bagian penting dari pengalaman manusia di layar cuma karena kita terlalu takut sama hal itu," ujar Olivia Wilde di Variety, Senin (26/1).
Menurut Wilde, adegan intim yang digarap dengan tepat, aman, dan penuh kesadaran justru mampu menjelaskan karakter dengan cara yang jauh lebih kuat daripada dialog panjang. Keintiman bisa menjadi alat naratif, bukan sekadar sensasi visual.
Namun, ia juga menyadari bahwa industri film saat ini cenderung bermain aman. Ketakutan akan kritik, pembatalan, atau stigma negatif di media sosial membuat banyak sineas memilih menghindari topik tersebut sepenuhnya.
Bagi Wilde, pendekatan ini justru kontraproduktif. Ia menilai film seharusnya menjadi ruang jujur untuk merefleksikan kehidupan, termasuk sisi rapuh dan intim manusia.
Wilde lantas merangkum Inti pesannya dengan sederhana tapi menohok terkait perubahan selera penonton dan industri perfilman.
"Hidup itu nggak se-steril itu, jadi kenapa film harus?" kata Wilde.
Pernyataan Olivia Wilde ini kembali memantik diskusi soal bagaimana industri film menyeimbangkan sensitivitas penonton modern dengan kejujuran artistik, terutama dalam menggambarkan relasi manusia secara autentik di layar lebar.
(ikh/ikh)