Advertisement

Alasan Banyak Orang Mulai Tinggalkan Alat Gym dan Beralih ke Functional Fitness

Steffy Gracia | Insertlive
Ilustrasi olahraga gym fitnes
Alasan Banyak Orang Mulai Tinggalkan Alat Gym dan Beralih ke Functional Fitness (Foto: Freepik)
Jakarta -

Alasan Banyak Orang Mulai Tinggalkan Alat Gym dan Beralih ke Functional Fitness

Tren olahraga terus bergerak mengikuti kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Jika dulu alat gym besar dan mesin latihan dijadikan andalan, kini banyak orang justru memilih cara berolahraga yang lebih fleksibel dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Dari sinilah functional fitness mulai mencuri perhatian dan perlahan menjadi pilihan baru di berbagai pusat kebugaran.

Functional fitness dinilai lebih relevan karena tidak hanya berfokus pada pembentukan otot tertentu, tetapi juga melatih tubuh agar mampu bergerak lebih seimbang, kuat, dan efisien dalam berbagai situasi.

Latihan ini terasa manfaatnya saat melakukan aktivitas sederhana, mulai dari berjalan jauh, mengangkat barang, hingga menjaga keseimbangan tubuh.

Advertisement

Tak heran jika mesin gym konvensional mulai ditinggalkan dan digantikan dengan functional training yang terasa lebih "hidup" dan aplikatif. Berikut penjelasan lengkap terkait functional fitness.

Apa itu Functional Fitness?

Functional fitness bukan sekadar jenis latihan, melainkan kondisi kebugaran tubuh yang mampu menjalankan berbagai aktivitas fisik sehari-hari dengan optimal. Kondisi ini mencakup kekuatan, daya tahan, keseimbangan, fleksibilitas, hingga mobilitas tubuh secara menyeluruh.

Dalam konsep functional fitness, tubuh dilatih untuk terbiasa melakukan gerakan fungsional seperti berjalan, berjongkok, mendorong, menarik, membungkuk, menjaga keseimbangan, hingga memutar tubuh dengan jangkauan gerak maksimal. Seluruh gerakan tersebut dikenal sebagai tujuh pola gerak utama manusia atau primal movement pattern yang secara alami digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, kemampuan tubuh untuk menjalankan semua gerakan fungsional ini tidak bisa terbentuk secara instan. Dibutuhkan komitmen, konsistensi, serta latihan yang dilakukan dengan teknik yang tepat. Oleh sebab itu, functional training hadir sebagai metode latihan yang meniru dan merangkai gerakan-gerakan harian tersebut agar tubuh semakin terbiasa, kuat, dan siap menghadapi aktivitas nyata di luar ruang latihan.

Apa itu Functional Training?

Functional training merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menjalankan gerakan sehari-hari. Fokusnya bukan hanya pada pembentukan otot tertentu, melainkan pada kekuatan inti, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, hingga kelincahan tubuh secara keseluruhan.

Berbeda dengan latihan mesin yang cenderung mengisolasi satu otot, functional training mengajak banyak otot bekerja bersamaan dalam satu gerakan. Inilah yang membuat tubuh terasa lebih kuat dan stabil secara menyeluruh. Beberapa contoh latihan functional yang populer antara lain:

  • Kettlebell swing, melatih pinggul, glutes, core, dan bahu sekaligus
  • Medicine ball slam, mengasah kekuatan inti, daya ledak, dan koordinasi
  • Battle rope, efektif membakar kalori sambil meningkatkan daya tahan dan kekuatan lengan


Kenapa Functional Training Jadi Tren di Banyak Gym?

Popularitas functional training bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuat metode ini semakin diminati oleh berbagai kalangan, yaitu:

1. Lebih Dekat dengan Gerakan Sehari-hari
Kesadaran orang-orang soal fungsi tubuh meningkat. Olahraga tak lagi sekadar soal otot besar, tapi bagaimana tubuh bisa bergerak aman dan efisien. Functional training melatih pola gerak dasar seperti mendorong, menarik, jongkok, dan mengangkat, yang sering dilakukan dalam keseharian.

2. Pembakaran Kalori Lebih Maksimal
Sebagian besar latihan functional dikemas dalam bentuk circuit training atau HIIT (High Intensity Interval Training). Dalam waktu relatif singkat, tubuh bekerja lebih intens sehingga pembakaran kalori terasa lebih efektif dibanding latihan monoton seperti treadmill.

3. Latihan Lebih Variatif dan Tidak Membosankan
Latihan yang itu-itu saja sering membuat orang kehilangan motivasi. Functional training menawarkan variasi gerakan yang menantang dan seru, mulai dari lompat, angkat beban, hingga latihan eksplosif yang membuat sesi olahraga terasa lebih hidup.

4. Bisa Disesuaikan untuk Semua Level
Latihan ini bukan hanya untuk atlet atau pecinta olahraga berat. Gerakannya bisa dimodifikasi sesuai kemampuan, mulai dari pemula hingga level lanjutan. Intensitas nya pun bisa ditingkatkan seiring progres, tanpa membuat tubuh kaget. Contohnya seperti melakukan plank mulai dari 20 detik untuk pemula dan ditingkatkan untuk level lebih lanjut.


Peralatan yang Umum Digunakan dalam Functional Training

Meski terlihat sederhana, functional training tetap membutuhkan beberapa alat pendukung. Biasanya gym menyediakan area khusus dengan peralatan berikut:

  • Medicine ball, untuk latihan lempar, slam, atau squat
  • Kettlebell, fleksibel untuk ayunan, deadlift, dan squat
  • Battle rope, melatih kekuatan sekaligus daya tahan
  • Plyometric box, untuk latihan lompat dan variasi step
  • Suspension trainer atau TRX, memanfaatkan berat badan sendiri
  • Push sled, melatih kekuatan, stamina, dan eksplosivitas

Manfaat Functional Training bagi Member Gym

Functional training bukan sekadar tren yang lewat begitu saja. Banyak yang bertahan karena merasakan manfaatnya secara langsung:

  • Kekuatan otot inti meningkat sehingga postur tubuh lebih stabil
  • Risiko cedera lebih rendah karena tubuh terbiasa dengan gerakan alami
  • Mobilitas dan fleksibilitas terjaga di berbagai usia
  • Latihan lebih efisien karena seluruh tubuh bisa dilatih dalam waktu singkat
  • Variasi gerakan membuat olahraga terasa lebih menyenangkan

Mengapa Functional Fitness itu Vital?

Functional fitness dianggap sangat penting karena membantu tubuh menjalani aktivitas harian dengan lebih ringan dan aman. Saat tubuh memiliki kebugaran fungsional yang baik, gerakan sehari-hari terasa lebih mulus dan tidak mudah menimbulkan rasa sakit atau ketegangan berlebih.

Kondisi ini berperan besar dalam menurunkan risiko cedera akibat aktivitas rutin, seperti salah angkat barang, terpeleset, atau kehilangan keseimbangan. Tubuh yang terlatih secara fungsional akan lebih siap menghadapi berbagai situasi tanpa mudah mengalami cedera atau kelelahan berlebihan.

Functional fitness juga bisa dianalogikan sebagai pemanasan jangka panjang untuk kehidupan sehari-hari. Sama seperti pentingnya warm up sebelum olahraga berat seperti powerlifting, latihan fungsional mempersiapkan tubuh agar siap menghadapi “olahraga inti” yang sesungguhnya, yaitu aktivitas harian itu sendiri.

Tak heran jika functional training kini dipandang sebagai evolusi dunia kebugaran. Olahraga tidak lagi semata-mata soal estetika atau bentuk tubuh, melainkan tentang bagaimana tubuh bisa bekerja optimal, lebih aman, dan terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.



(Steffy Gracia/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement