Mengenal Soft Clubbing, Gaya Party Sehat Favorit Gen Z
Mengenal Soft Clubbing, Gaya Party Sehat Favorit Gen Z/Foto: Photo by Yaroslav Poltavskyi on Unsplash
Beberapa tahun lalu, hiburan malam yang ideal didefinisikan dengan lantai dansa yang padat, dentuman bass yang memekakkan telinga, serta lampu strobe yang menyilaukan hingga subuh.
Namun seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran gelombang di kota-kota besar mengenai potret hiburan malam. Kini, sebuah tren baru bernama soft clubbing mulai mengambil alih, menawarkan cara baru untuk eksis tanpa harus mengorbankan waktu tidur atau kesehatan mental.
Soft clubbing adalah hiburan malam yang memberi jalan tengah antara nongkrong di kafe biasa dan berpesta di kelab malam. Istilah ini merujuk pada aktivitas menikmati musik kurasi DJ di sebuah bar atau lounge dengan volume yang lebih bersahabat. Fokus kegiatan ini tidak lagi pada euforia yang liar, melainkan pada kualitas atmosfer.
Alasan Soft Clubbing Populer di Kalangan Gen Z dan Milenial
Dalam tren soft clubbing, kalian tetap menemukan DJ, namun musik yang diputar biasanya berkisar di genre City Pop, Nu-Disco, House yang repetitif-namun-santai, hingga lo-fi beats. Tujuannya agar tetap bisa mendengar suara lawan bicara kita tanpa harus berteriak di telinga mereka.
Tren ini populer di kalangan Gen Z dan beberapa Milenial. Beberapa alasan pun mendasari para Gen Z dan Milenial memilih tren ini, termasuk pengaruh gaya hidup sehat yang sejak COVID-19 mulai dijalankan.
1. Keinginan untuk Koneksi yang Bermakna
Setelah melewati masa isolasi pandemi, banyak orang menyadari bahwa mereka lebih menghargai interaksi sosial yang nyata. Di kelab malam konvensional, interaksi terbatas pada gerakan fisik. Di ruang soft clubbing, obrolan mendalam tentang karier, hubungan, hingga hobi tetap bisa terjadi di tengah alunan musik.
2. Kesadaran akan Wellness
Istilah hangxiety (perasaan cemas setelah mabuk) mulai dihindari. Pengikut soft clubbing lebih memilih menikmati satu atau dua gelas cocktail berkualitas atau bahkan mocktail non-alkohol, lalu pulang sebelum jam 12 malam agar tetap bisa bangun pagi untuk berolahraga.
3. Estetika dan Kurasi
Tempat-tempat soft clubbing biasanya memiliki desain interior yang sangat terkurasi-mulai dari pencahayaan yang hangat hingga sistem suara (sound system) yang dirancang untuk kenyamanan telinga, bukan sekadar keras. Ini menjadikannya tempat yang sempurna untuk konten media sosial yang terlihat lebih elegan dan mature.
Fenomena Quiet Covering, Kebiasaan Buruk Gen Z di Tempat Kerja
Rabu, 24 Sep 2025 21:45 WIB
Tips Menabung untuk Gen Z yang Pasti Cuan
Jumat, 21 Mar 2025 21:30 WIB
Bisa Dicontoh, Ini 13 Cara Hidup Sehat ala Rasulullah Dimulai dari Bangun Tidur
Rabu, 30 Oct 2024 09:00 WIB
Konsisten Jalani Gaya Hidup Sehat, Marshanda Ingin Bugar di Usia 50 Tahun
Senin, 08 Jul 2024 21:45 WIB
Siapa Saja Ahli Waris dalam Islam? Ini Aturan Pembagian yang Perlu Dipahami
Selasa, 20 Jan 2026 11:00 WIB
Penulisan Nama 8 Negara Ini Berubah dalam Bahasa Indonesia, Sudah Tahu?
Senin, 19 Jan 2026 13:45 WIB
Tiga Tahun Kourtney Kardashian Tanpa Alkohol, Hidup Sehat Bareng Travis Barker
Senin, 19 Jan 2026 10:15 WIBTERKAIT