Lebih Dari 100 Bangunan Bersejarah di Gaza Hancur Akibat Serangan Israel
Ada lebih dari 100 bangunan budaya, galeri, dan situs bersejarah yang porak-poranda akibat serangan udara Israel di Gaza.
Data bangunan budaya yang hancur tersebut dipublikasikan oleh LSM Catalonia, Heritage for Peace pada akhir bulan November 2023.
Dilansir dari ArtNews, PBB menyebut serangan udara Israel itu sebagai bencana kemanusiaan.
Data tersebut lantas membeberkan ada berbagai situs keagamaan bersejarah, museum, dan arkeologi yang telah hancur akibat serangan udara Israel.
Wilayah Gaza selama ini memang telah menjadi situs kebudayaan bagi sejumlah peradaban mulai dari Mesir awal abad ke-15 SM, lalu ke Yunani era Alexander Agung hingga kekaisaran Romawi dan Bizantium.
Isber Sabrine selaku arkeolog Suriah dan Presiden Heritage for Peace merasa bahwa laporan data tersebut adalah salah satu kabar paling menyedihkan dari Gaza.
"Ini adalah daerah kecil tapi punya banyak warisan," kata Isber Sabrine dikutip dari ArtNews pada Jumat (1/12).
Selain itu, ada banyak juga gereja dan masjid dengan usia berabad-abad yang tak luput dari serangan bom Israel.
Bangunan religi yang hancur itu termasuk Masjid Omari di Jabaliya di Gaza Utara, bangunan Saint Porphyrius yang merupakan gereja tertua ketiga di dunia, Masjid Ibn Utsman, serta Masjid Sayed Hashem.
Museum Rafah, Museum Kebudayaan Al Qarara, hingga Museum Deir Al Balah juga menjadi beberapa bangunan penting di Gaza yang kini telah hancur.
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina memberikan pernyataan bahwa saat ini tidak mungkin untuk mendapatkan penilaian menyeluruh mengenai situs warisan yang rusak atau hancur karena kondisi di lapangan.
"Kami tidak bisa meminta (staf di Gaza) untuk memeriksa situs-situs tersebut selama ini," kata Jehad Yasin selaku Direktur Museum dan Penggalian di Kementerian dan Purbakala Palestina.
(ikh/ikh)