Perusahaan Bisa Lacak Karyawan Lewat Fitur Baru Twitter
Twitter menghadirkan fitur terbaru bernama Blue for Business.
Fitur ini hadir untuk memperjelas akun mana yang berafiliasi dengan perusahaan bermerek, sekaligus perusahaan bisa melacak aktivitas karyawannya.
"Kami meluncurkan uji coba Blue for Business, jadi mulai hari ini Anda akan mulai melihat lencana perusahaan di profil tertentu," kata Manajer produk Twitter Esther Crawford dikutip dari TechRadar.
"Kami akan segera memperluas program dan berharap dapat menambahkan lebih banyak bisnis di tahun baru!," sambungnya.
Dengan diluncurkannya fitur ini, perusahaan yang memenuhi syarat bisa berbagi logo merek mereka dengan karyawan atau rekanan.
Nantinya, logo itu akan berada di sebelah nama mereka dalam bentuk persegi ataupun tanda verifikasi lainnya.
Akun yang memenuhi syarat harus memiliki anggota kepemimpinan, pegangan dukungan karyawan, tim, dan lainnya.
Setiap afiliasi akan diverifikasi dan ditautkan ke akun utama dalam proses yang melibatkan perincian perusahaan.
Selain itu, perubahan juga terdapat pada gambar profil bisnis yang dulu thumbnail lingkaran klasik menjadi persegi.
Twitter ingin para pengguna dengan mudah membedakan akun bisnis yang resmi dan tidak.
Twitter/ Foto: Dok. Twitter |
Sayangnya, Twitter belum mengungkapkan apakah fitur ini akan berbayar seperti centang biru yang dikenal sebagai Twitter Blue.
Twitter Blue dikenakan biayanya US$8 atau Rp124 ribu per bulan atau US$11 setara Rp171 ribu per bulan ketika pengguna mendaftar di perangkat iOS.
Secara singkat, centang biru dapat berarti akun lama yang diverifikasi atau pelanggan Twitter Blue berbayar, sedangkan centang emas menunjukkan perusahaan yang juga akan mendapat manfaat dari gambar profil persegi.
Sementara centang abu-abu menandakan profil tertentu seperti pemerintah dan rumah media, sedangkan logo perusahaan persegi berarti bahwa akun tersebut terkait dengan akun perusahaan induk.
(arm/fik)
Twitter/ Foto: Dok. Twitter