Tertekan dengan Peraturan Elon Musk, Karyawan Twitter Resign Massal

agn | Insertlive
Jumat, 18 Nov 2022 16:30 WIB
Elon Musk beli Twitter
Jakarta, Insertlive -

Pengusaha karya raya Elon Musk membuat banyak karyawan Twitter tidak betah dengan peraturan barunya.

Sejak ada kepemimpinan baru, banyak karyawan Twitter memutuskan untuk resign karena tidak tahan dengan bekerja di bawah komando Elon Musk.

CEO Tesla itu memberikan pilihan pada karyawannya untuk wajib bekerja keras atau langsung dipecat dengan tiga bulan gaji sebagai pesangonnya.


Elon juga mengharuskan karyawan Twitter untuk bekerja lembur. Bila tidak setuju dengan peraturan tersebut, Elon meminta karyawan tersebut untuk keluar dari perusahaan.

"Ke depan untuk membangun Twitter 2.0 dan sukses di dunia yang semakin kompetitif, kita perlu untuk benar-benar hardcore. Ini artinya bekerja dalam jam kerja panjang di intensitas tinggi. Hanya performa istimewa akan lolos passing grade," tulis Elon Musk dalam email kepada karyawannya.

"Apa pun keputusan yang kalian buat, terima kasih atas upaya kalian untuk membuat Twitter sukses," lanjutnya.

Mengutip Yahoo Finance, banyak karyawan Twitter yang tidak suka dengan peraturan baru Elon Musk.

Dalam sebuah chat pribadi para karyawan yang bocor ke publik, sekitar 40% dari mereka memilih untuk resign daripada bekerja di bawah tekanan Elon.

Elon Musk beli TwitterElon Musk beli Twitter/ Foto: Getty Images

Selain itu dalam sebuah polling yang dilakukan aplikasi Blind kepada karyawan Twitter, ada sekitar 42% dari 180 responden memilih untuk keluar dari Twitter.

Atas hal tersebut, tagar #RIPTwitter sempat masuk ke dalam trending teratas di Twitter. Banyak yang mengeluhkan kebijakan Elon Musk usai dirinya menjadi CEO Twitter.

Terlebih sebelumnya Elon Musk sempat melakukan PHK terhadap 3.700 karyawan Twitter. PHK massal itu dilakukan lantaran Elon ingin meningkatkan laba perusahaan setelah diakuisisi olehnya.

(agn/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER