Program 'Kuali Barbar' Trans TV Angkat Budidaya Lobster Air Tawar, Ini Pusatnya

Insertlive | Insertlive
Sabtu, 05 Nov 2022 11:47 WIB
Kuali Barbar episode lobster air tawar
Jakarta, Insertlive -

Program Kuali Barbar TRANS TV menghadirkan menu olahan lobster dalam salah satu tayangan pada Sabtu (22/10).

Lobster memang menjadi salah satu menu makanan laut yang punya banyak penggemar di seluruh dunia.

Lobster air tawar menjadi salah satu varian lobster yang harganya terbilang murah dibandingkan lobster dari laut.


Selain murah, lobster air tawar ternyata juga menyimpan banyak sekali gizi yang baik untuk tubuh.

Kandungan gizi yang terdapat di lobster air tawar seperti Astaxanthin, protein tinggi, omega 3 dan 6, vitamin A dan D, EPA & DHA, mineral, rendah lemak dan kolesterol.

Selain itu, lobster air tawar menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Hal tersebut karena proses budidaya lobster air tawar terbilang cukup mudah.

Proses pembudidayaan lobster air tawar tidak memerlukan keahlian serta media yang khusus.

Tak heran, banyak sekali tempat budidaya lobster air tawar yang menjamur di Indonesia.

Tim Kuali Barbar lantas memilih lobster air tawar dari tempat budidaya Gemma Farm.

Kuali Barbar episode lobster air tawarKuali Barbar episode lobster air tawar/ Foto: TRANSMEDIA Doc.

Gemma Farm merupakan salah satu pusat budidaya lobster yang ada di Indonesia.

Gemma Farm yang berlokasi Klaten Selatan, Jawa Tengah, sudah menjadi pusat budidaya lobster air tawar sejak 2010.

Benih dan Induk lobster air tawar berasal dari prosedur SB (Selective Breeding), sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Hal itu terbukti dari lobster yang dipakai tim Kuali Barbar TRANS TV terlihat masih hidup dan segar sebelum dimasak.

Di lain hal, mitra bisnis Gemma Farm kini sudah tersebar hingga ke seluruh Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, lobster air tawar hasil budidaya Gemma Farm juga diekspor sampai ke luar negeri.

[Gambas:Youtube]



(ikh/ikh)
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER