Masih Belum Ada Kepastian Pangeran Harry Hadir di Penobatan Raja Charles

Insertlive | Insertlive
Senin, 24 Oct 2022 22:45 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 19: Prince Harry, Duke of Sussex, follows the coffin of Queen Elizabeth II, draped in the Royal Standard, on the State Gun Carriage of the Royal Navy, as it travels from Westminster Abbey to Wellington Arch on September 19, 2022 in London, England. Elizabeth Alexandra Mary Windsor was born in Bruton Street, Mayfair, London on 21 April 1926. She married Prince Philip in 1947 and ascended the throne of the United Kingdom and Commonwealth on 6 February 1952 after the death of her Father, King George VI. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III.  (Photo by Stephane De Sakutin - WPA Pool/Getty Images)
Jakarta, Insertlive -

Pangeran Harry masih belum memberikan kepastian terkait kehadiran di acara penobatan Raja Charles sebagai pemimpin baru kerajaan Inggris usai Ratu Elizabeth II meninggal dunia.

Banyak kabar beredar bahwa Pangeran Harry masih mengalami penyakit TBC sehingga kemungkinan tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

Di lain sisi, Pangeran William disebut akan hadir dalam acara tersebut mengingat dirinya ramai diperbincangkan menjadi sosok ahli waris tahta kerajaan Inggris.


Dilansir dari Telegraph, para bangsawan diharapkan untuk mengabaikan aspek tradisi kuno, feodal, dan imperial terkait penobatanĀ Charles sebagai raja baru pada 6 Mei 2023.

IKUTI QUIZ

Acara penobatan Charles sebagai raja baru kerajaan Inggris ini diberi kode Operasi Golden Orb.

Selain acara penobatan dengan landasan agama, ada juga upacara sipil yang akan berlangsung sebagai bentuk pengakuan dari masyarakat Inggris.

Pangeran William dan Kate Middleton akan mengambil peran penting dalam acara penobatan yang akan dihadiri sekitar 2000 tamu undangan.

Dilansir dari The Daily Beast, Pangeran Harry kemungkinan tidak akan diundang ke acara tersebut bila masih melancarkan serangan opini terhadap kerajaan Inggris.

Sementara itu, pihak kerajaan juga ingin penobatan Charles sebagai raja tidak menjadi perayaan sakral yang kuno seperti saat dulu Elizabeth II diangkat menjadi ratu.

"Inggris tidak lagi memiliki kapasitas untuk memasang tontonan seperti ini [penobatan Ratu Elizabeth], juga tidak boleh melakukannya di masa-masa sulit," ungkap pihak kerajaan Inggris.

"Penobatan berikutnya pasti akan lebih kecil. Unsur-unsur kuno seperti Pengadilan Klaim bisa dihapuskan. Jadi, penghormatan dan pemikiran harus diberikan kepada bagaimana Raja sebagai kepala bangsa harus diaktifkan pada awal pemerintahan untuk menandakan dukungan dan dorongan dari masyarakat sipil modern." tutupnya.

(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER