Sejarah Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang Muncul di 'Mencuri Raden Saleh'

Nabila Sahma | Insertlive
Kamis, 22 Sep 2022 17:45 WIB
Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (Raden Saleh/1857) Foto: Dok. Pameran Lukisan Istana Kepresidenan
Jakarta, Insertlive -

Lukisan Pangeran Diponegoro yang ditampilkan pada film Mencuri Raden Saleh menjadi perbincangan saat ini. Film tersebut menceritakan tentang sekelompok anak muda yang memiliki sebuah misi untuk mencuri lukisan Pangeran Diponegoro ini. Pemalsuan dan manipulasi terjadi dalam eksekusi pertarungan yang mereka lakukan untuk mencuri lukisan sang Raden Saleh.

Lukisan Pangeran Diponegoro yang satu ini menampilkan kisah yang benar-benar terjadi pada tahun 1800-an. Peristiwa penculikan Pangeran Diponegoro oleh Belanda pada masa itu ditampilkan dalam lukisan ini.

Lukisan Pangeran Diponegoro yang menyimpan sejarah ini memang layak diangkat sebagai objek utama dalam film. Lukisan Pangeran Diponegoro ini merupakan karya pertama Raden Saleh yang juga menjadi sejarah pertama di Asia Tenggara di antara sejarah lukisan aliran Eropa. Lukisan Pangeran Diponegoro yang menggambarkan suasana penculikan pada masa itu dibuat dengan cat minyak yang kemudian dibingkai dengan menggunakan kayu berukir.


Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (Raden Saleh/1857)Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (Raden Saleh/1857)/ Foto: Annisa Trimirasti/detikcom

Raden Saleh merupakan orang yang membuat lukisan Pangeran Diponegoro. Pria bernama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman itu merupakan pelukis asal Indonesia yang memiliki etnis Arab-Jawa. Lukisan yang dibuat oleh Raden Saleh memiliki perpaduan Romantisme yang populer pada masa itu sehingga ia menjadi pionir seni modern Indonesia di zamannya.

Kisah pencurian lukisan Pangeran Diponegoro dalam film Mencuri Raden Saleh menggambarkan betapa berharganya lukisan ini karena sejarah lukisan ini yang begitu kental. Namun, tahukah kamu tentang sejarah lengkap mengenai lukisan ini? Bagaimana sih lukisan ini pertama kali dibuat?

Yuk, simak sejarah lukisan Pangeran Diponegoro yang telah InsertLive rangkum berikut.

Sejarah Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Lukisan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh merupakan bentuk respons dari lukisan Nicolaas Pieneman pada tahun 1809-1860. Saat itu Nicolaas Pieneman ditugaskan untuk mendokumentasikan peristiwa penculikan Pangeran Diponegoro oleh pemerintah Belanda.

Peristiwa penculikan ini diawali dengan diundangnya Pangeran Diponegoro untuk hadir di Magelang. Undangan ini awalnya ditujukan untuk membahas gencatan senjata.

Lalu ternyata, Pangeran Diponegoro dan pengikutnya malah ditangkap dan diasingkan. Saat kejadian itu terjadi, Raden Saleh sedang berada di Eropa yang kemudian baru mengetahui kejadian tersebut melalui lukisan karya Pieneman.

Kemudian Raden Saleh menggambarkan kembali lukisan dengan kisah serupa untuk merespons terjadinya penculikan pada lukisan Pangeran Diponegoro tersebut. Raden Saleh mulai membuat lukisan Pangeran Diponegoro tersebut dengan menggambar sketsa pada tahun 1856. Ia menyelesaikan lukisannya dengan cat minyak setahun kemudian.

Raden Saleh mengabarkan lukisan penculikan tersebut kepada temannya yang berada di Jerman, Duke Ernst II dari Sachsen-Coburg dan Gotha, dengan judul "Ein historisches Tableau, die Gefangennahmen des Javanischen Hauptling Diepo Negoro", yang artinya adalah "Lukisan Bersejarah tentang Penangkapan Seorang Pemimpin Jawa Diponegoro".

Diketahui, judul lukisan yang diberikan Raden Saleh berbeda dengan judul yang diberikan oleh Pieneman. Selain judul yang diberikan antara Raden Saleh dan Pieneman, ada perbedaan pandangan lain mengenai Nasionalisme pada lukisan tersebut.

Perbedaan Pandangan tentang Nasionalisme pada Lukisan antara Raden Saleh dan Pieneman

Lukisan Pangeran Diponegoro yang digambar oleh Raden Saleh memiliki perbedaan Nasionalisme dengan lukisan penggambaran penculikan yang digambarkan oleh Pieneman. Pieneman yang bernama lengkap Nicolaas Pieneman adalah seorang pelukis litografer asal Belanda Utara.

Pieneman menjadi orang pertama yang melukis lukisan Pangeran Diponegoro karena ia ditugaskan untuk mendokumentasikan peristiwa penculikan Pangeran Diponegoro pada waktu itu. Lukisan Pangeran Diponegoro yang ia lukis tersebut sampai kepada Raden Saleh yang saat itu berada si Eropa. Raden Saleh merespons lukisan tersebut dengan membuat lukisan serupa, tapi memiliki perbedaan dari segi sudut pandangnya.

Beberapa perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • Lukisan Pangeran Diponegoro yang digambar oleh Pieneman menampilkan wajah Pangeran Diponegoro dengan keadaan lesu dan pasrah. Namun, pada lukisan karya Raden Saleh, wajah Pangeran Diponegoro digambarkan dengan raut yang tegas dan menahan amarah.
  • Lalu perbedaan selanjutnya terletak pada judul lukisan yang diberikan keduanya. Judul lukisan yang diberikan Pienaman adalah "Penyerahan Diri Diponegoro", sedangkan Raden Saleh menamai lukisannya dengan judul 'Penangkapan Diponegoro'.
  • Perbedaan selanjutnya terdapat pada penggambaran bendera Belanda. Raden Saleh tidak menampilkan bendera Belanda seperti lukisan yang dibuat Pieneman.

Jika dilihat dari lukisan keduanya, memang banyak perbedaan yang ditampilkan. Sudut pandang diambilnya gambar juga berbeda.

Bagaimana lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro saat ini?

Pada tahun 1975, Kerajaan Belanda menyerahkan lukisan tersebut ke Indonesia dengan realisasi perjanjian kebudayaan antara Indonesia-Belanda pada 1969. Kemudian di tahun 2013 lukisan tersebut direstorasi pernisnya oleh Susanne Erhards, ahli restorasi dari Jerman dengan dukungan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Goethe Institute Indonesia.

Serah terima hasil restorasi lukisan Raden Saleh oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo kemudian dilakukan pada tanggal 27 September 2013 kepada Sekretariat Negara. Lalu pada Desember 2014, lukisan ini dipindahkan dari Istana Merdeka ke Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menjadi salah satu koleksi di Museum Istana.

(Nabila Sahma/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER