414 Mahasiswa Bandung Dikonfirmasi Positif HIV/AIDS, Apa Saja Gejalanya?

Insertlive | Insertlive
Kamis, 25 Aug 2022 14:10 WIB
Hari AIDS Sedunia, Ini 5 Pantangan Makan Penderita HIV/AIDS
Jakarta, Insertlive -

Kasus penularan HIV/AIDS kian meningkat. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung menyatakan kasus penularan HIV/AIDS lebih sering terjadi pada masyarakat usia produktif.

Menurut catatan KPA per Desember 2021, terdapat 12.358 pengidap HIV/AIDS yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Di antara 12 ribu pengidap, 5.943 merupakan warga Kota Bandung.

Mengutip detikJabar, Sis Silvia Dewi selaku Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung mengungkapkan bahwa penularan HIV/AIDS marak terjadi pada masyarakat berusia 20 hingga 29 tahun.


"Paling banyak itu usia 20-29 tahun, persentasenya 44,84 persen, usia produktif banget," ungkap Sis Silvia kepada detikJabar melalui sambungan telepon pada Selasa (23/8).

Penularan HIV/AIDS di Kota Bandung ini juga terjadi pada berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Mirisnya, terdapat 414 kasus positif HIV/AIDS pada mahasiswa, sekitar 6,97 persen dari total 5.943 kasus positif.

Kenyataan tersebut membuat jajaran pemerintah kota Bandung lebih waspada dan mendorong mereka untuk melakukan upaya pencegahan.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bandung lantas melakukan antisipasi melalui sosialisasi mengenai pergaulan bebas pada usia remaja dan dewasa.

"Itu jadi warning buat kita semua, kita harus lebih intens edukasi lagi ke kaum remaja dengan usia produktif," kata Kepala DPPKB Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari kepada detikcom via sambungan telepon, Senin (22/8).

Sementara itu, HIV/AIDS atau human immunodeficiency virus merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, atau kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi HIV dapat berlangsung ringan hingga berat. Gejala ringan dapat berupa demam, ruam di kulit, nyeri sendi, sakit kepala, hingga sariawan.

Sedangkan gejala berat terjadi saat infeksi virus HIV memasuki masa laten meliputi berat badan menurun, batuk, diare, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga herpes zoster.

Jika tahap laten telah terlewati, maka tahap selanjutnya adalah AIDS. Gejala AIDS meliputi diare kronis, berat badan terus menurun, demam mencapai 10 hari, gangguan saraf, mudah memar atau berdarah, sesak napas, hingga terjadi infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina.

(and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER