Menelisik Kampung Mati Vietnam di Kramat Jati, Dibiarkan Kosong Selama 20 Tahun

Nadiyas Utami Pratiwi | Insertlive
Sabtu, 20 Aug 2022 17:00 WIB
Viral Kampung Mati Vietnam
Jakarta, Insertlive -

Di daerah Kramat Jati, Jakarta Tiur, terselip sebuah kampung yang memiliki sejarah kelam bangsa Indonesia pada 1977.

Nama Kampung Mati Vietnam diambil karena daerah di Jalan Diklat Depsos RT 13/3 Dukuh, Kramat Jati itu dulunya sebuah camp pengungsian seluas 80 hektar yang sengaja dibangun untuk para warga Vietnam ketika perang saudara dimulai.

Camp pengungsianĀ tersebut menampung sekitar 250 ribu pengungsi dari Vietnam yang terpaksa lari dari negaranya karena kekejaman perang saudara yang terjadi.


Dirunut dari sejarahnya, warga Vietnam yang berhasil melarikan diri ke Indonesia harus menggunakan kapal-kapal kayu yang menampung 40 hingga 100 orang dan terombang-ambing dalam ganasnya Laut Cina Selatan.

Setelah ditinggalkan pada tahun 1983, rumah bekas camp pengungsian warga Vietnam dialihfungsikan sebagai panti jompo.

"Dulu tahun 80-an terus tahun 1983 ke Pulau Bintan. Di sana disebut kampung Vietnam tapi disini disebutnya kampung mati Vietnam ya karena banyak orang-orang Vietnam dulu di sini," kata Ibhas Taruno salah satu penduduk sekitar Kampung Mati Vietnam kepada Insert Investigasi.

Viral Kampung Mati VietnamViral Kampung Mati Vietnam/ Foto: dok insert investigasi

Seiring berjalannya waktu, panti jompo yang berada di Kampung Mati Vietnam dipindahkan ke daerah Cipayung dan Radio Dalam setelah banjir merendam pada 2002.

Kampung Mati Vietnam seluas 2,5 hektare itu akhirnya ditinggalkan begitu saja hingga berubah menjadi sebuah perkampungan angker.

Dari kesaksian para penduduk sekitar yang hanya berjumlah 12 kepala keluarga itu, banyak hal mistis seperti penampakan yang sering dijumpai.

"Saya pernah lihat kayak spanduk putih kirain saya banner tapi pas saya buka pintu lagi nggak ada," kata Fitri, penduduk sekitar Kampung Mati Vietnam.

"Habis maghrib di pohon asem habis sembahyang dia kesana pikir saya orang pas disamperin hilang. Mirip saya mukanya," sambung penduduk sekitar lainnya bernama Agus.

Hingga kini, bangunan-bangunan seperti gereja tua, vihara, barak pengungsian, penjara, rumah sakit, penjara, hingga patung Buddha tidur dibiarkan terbengkalai begitu saja.

(dis/dis)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER