Waspada, Ini 3 Tanda Nomor WhatsApp Bisa Dikloning & Dibajak

INSERTLIVE | Insertlive
Jumat, 05 Aug 2022 15:25 WIB
WhatsApp
Jakarta, Insertlive -

Belakangan, marak kasus pembajakan atau kloning akun WhatsApp.

Biasanya para pelaku kejahatan akan menggunakan banyak cara untuk bisa melancarkan aksinya.

Salah satu cara para pelaku untuk mengakses WhatsApp seseorang adalah dengan cara membutuhkan pemindaian kode QR.


Namun, para pelaku biasanya akan membutuhkan akses khusus fisik dari ponsel korbannya.

Setelah mendapatkan akses ke akun korbannya dan memantau seluruh percakapan, para pelaku seolah-olah berperan menjadi sang korban.

Untuk mewaspadai hal itu, ini 3 tanda akun WhatsApp sedang dikloning atau dibajak.

Melansir CNBC Indonesia, simak rangkumannya di bawah ini:

1. OTP (One Time Password)

Bila para pengguna WhatsApp mendapatkan One Time Password (OTP) berisi enam digit nomor yang dikirimkan melalui SMS, bisa diartikan ada seseorang yang berusaha memasang akun di perangkat lain.

Jadi, kalau mendapatkan pesan berisi kode OTP abaikan dan jangan berikan kepada siapa pun.

2. Tiba-tiba Keluar dari WhatsApp Web

Mendadak keluar dari layanan WhatsApp Web salah satu ciri lainnya adalah akun kalian sedang dibajak.

Kalian bisa mengecek perangkat lain yang mengakses akun dengan menekan ikon tiga titik di bagian kanan atas sebagai pilihan mode WhatsApp Web.

3. Pesan Terbaca & Terkirim

Pesan yang telah terbaca tanpa disadari menjadi salah satu tanda bahwa akun WhatsApp sedang dibajak.

Selain itu, akun WhatsApp yang tiba-tiba terkirim tanpa sepengetahuan bisa menjadi tanda bahwa ada yang mengakses akun kalian diam-diam.

Cara Amankan Akun WhatsApp

Untuk menghindari pembajakan, maka pasanglah verifikasi dua faktor dengan memasukkan enam angka lebih dulu.

Berikut cara mengaktifkan:

- Klik opsi titik tiga di kanan atas.

- Setting > Account > Two Step Verification.

- Klik Enable.

- Masukkan enam kode rahasia yang dipilih.

- Masukkan email untuk memulihkan kata kunci jika pengguna lupa.

(dis/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER