Pohon Tertinggi di Dunia Dijaga Ketat!

INSERTLIVE | Insertlive
Jumat, 05 Aug 2022 19:20 WIB
Pohon tertinggi di Amazon. Foto: (Science and Technology Secretary of Amapa State)
Jakarta, Insertlive -

Hyperion, pohon tertinggi di dunia yang berada di Taman Nasional Redwood California, Amerika Serikat bakal dijaga ketat agar tidak rusak.

Penjagaan ketat tersebut dikarenakan banyak wisatawan yang berkunjung akan berpotensi dalam merusak pohon dan ekologi lereng di sekitar Taman Nasional Redwood, California, Amerika Serikat.

Selain itu, Taman Nasional Redwood, California, Amerika Serikat, mengeluarkan larangan mendekati pohon tertinggi di dunia itu.


Bila ketahuan nekat mendekati pohon Hyperion, maka pengunjung akan didenda senilai Rp74 juta dan hukuman enam bulan penjara.

Hyperion yang dikenal sebagai pohon tertinggi itu merupakan jenis redwood yang diperkirakan berumur 500 tahun hingga 600 tahun.

Tinggi Hyperion itu mencapai 115,92 meter dan langsung mendapat sertifikasi dari Guinness World Records sebagai pohon hidup tertinggi di dunia.

Awalnya, keberadaan Hyperion yang ditemukan pada 2006 itu dirahasiakan lokasinya.

Namun, para pengunjung justru bisa menemukannya dan berusaha mengambil foto terbaiknya di depan Hyperion.

Melalui situs Taman Nasional disebutkan bahwa Hyperion memiliki banyak penggemar karena keberadaannya di luar jalur dan di tengah vegetasi yang lebat.

Untuk menuju Hyperion, para pengunjung yang datang harus menerobos semak yang lebat dengan jalur pendakian sulit.

Hal tersebut membuat lingkungan sekitar Hyperion hancur karena kehadiran para pengunjung.

"Hutan yang berada di sekitar Hyperion diinjak-injak serta dirusak pengunjung. Akar redwood sangat dangkal dengan rata-rata hanya 12 kaki. Pemadatan tanah karena terinjak ini berdampak negatif pada pohon berusia berabad-abad," kata Leonel Arguello, Kepala Sumber Daya Alam Taman Nasional Redwood California, dikutip CNN Indonesia.

Selain itu, sampah serta kotoran manusia ditemukan berserakan di sekitar jalur perjalanan menuju Hyperion.

"Orang-orang punya hak menikmati taman tapi kami fokus dengan keselamatan pengunjung dan perlindungan sumber daya. Maka, kami harus membuat keputusan untuk melindunginya," pungkas Leonel Arguello.

(dis/dis)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER