'The Glory' Terinspirasi dari Kisah Nyata, Kasus Bully di Korea Dinilai Lebih Parah

NAP | Insertlive
Selasa, 17 Jan 2023 14:25 WIB
song hye kyo the glory
Jakarta, Insertlive -

Drama Korea The Glory telah menayangkan bagian pertama dengan delapan episode. Serial original Netflix ini mengangkat kisah tentang kekerasan yang terjadi di sekolah.

Song Hye Kyo sebagai pemeran utama drama The Glory yang berperan sebagai korban bullying mengungkap realita memilukan dan aksi para pelaku kekerasan di sekolah tersebut.

Walaupun adegan penyiksaan yang ditunjukkan dalam drama The Glory sangat kejam, namun kejadian di dunia nyata ternyata lebih parah.


Hal ini diungkapkan Choi Woo Song, seorang komisaris sekolah di Korea Selatan dalam sebuah wawancara dengan MBC Radio News High Kick.

Choi Woo Song pernah menangani adegan tangan yang dibakar dengan catokan rambut dalam kasus kekerasan sekolah di Kantor Pendidikan Gyeonggi Suwon.

Saat itu, sekelompok siswa sekolah menengah yang dipimpin oleh Kim (15 tahun) menyerang A (14 tahun) selama kurang lebih 20 hari.

Media Korea Selatan melaporkan korban dipukuli dengan tongkat baseball dan disundut dengan catokan rambut di bagian lengan dan dadanya.

"Korban saat itu menderita luka bakar yang parah dan tulang ekornya menonjol, sehingga membutuhkan 5 hingga 6 minggu rawat inap," ujarnya melansir dari Allkpop.

Drama Korea The GloryDrama Korea The Glory/ Foto: Graphyoda/Netflix/jisun park

Meski sudah ada Undang-Undang Kekerasan Sekolah di Korea Selatan, insiden kekerasan tetap terus terjadi. Bahkan, intimidasi yang sebenarnya jauh lebih buruk dalam kehidupan nyata.

Choi menyatakan keprihatiannya sehubungan batas sistem peradilan remaja dan tindakan pencegahan kenakalan. Pasalnya, para pelaku kekerasan di sekolah kebanyakan remaja di bawah usia 14 tahun.

"Saya setuju bahwa (para pelaku) semakin muda dan kejahatan mereka semakin canggih dan kejam, jadi saya setuju bahwa standar usia batas harus diturunkan secara bertahap. Pada saat yang sama, kita sebagai masyarakat harus berupaya untuk mendidik dan mencegah tindakan semacam itu," paparnya

(nap/fik)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER