Mengenal Teknologi Kecerdasan Buatan yang Bisa Cek Risiko Jantung Lewat Retina
Ada pepatah lama yang bilang kalau 'mata adalah jendela jiwa', tapi berkat kemajuan teknologi medis, mata tidaknya hanya menjadi jendela jiwa, tetapi juga untuk mengintip kesehatan jantung.
Dalam gelaran ASMIHA 2026 (Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association) yang berlangsung di InterContinental Jakarta Pondok Indah, sebuah inovasi revolusioner diperkenalkan ke publik, Dr. Noon.
Ini adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular (jantung) hanya lewat foto retina mata.
Cara ini ditawarkan karena lebih praktis, cepat, tanpa rasa sakit, dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan CT Scan.
"Biasanya, deposisi kalsium di hati hanya dapat dilihat ketika melakukan CT Scan, tapi CT Scan membutuhkan radiasi dan mesin CT Scan sangat mahal. Jadi, ada masalah akses dan masalah biaya," ungkap dr Sahil Thakur selaku salah satu peneliti inovasi ini.
Teknoloi AI deteksi risiko jantung lewat mata/ Foto: Istimewa |
Pembuluh darah di retina mata kita diketahui memiliki kemiripan struktur dengan pembuluh darah yang ada di jantung. Hal ini yang membuat pengecekan jantung lewat retina bisa dilakukan
Cara kerjanya sesederhana mengambil foto dengan kamera khusus akan memotret bagian belakang mata (retina). Selanjutnya, AI Dr. Noon akan menganalisis pola pembuluh darah tersebut untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit jantung koroner hingga penyakit mata tertentu.
Inovasi ini juga telah melalui serangkaian validasi ketat lintas benua, mulai dari populasi Korea, UK Biobank, Singapura, Vietnam, Belanda, hingga Brazil untuk memastikan akurasi diagnosisnya dapat digeneralisasikan dengan baik di berbagai latar belakang etnik dunia.
Teknologi ini sejalan dengan program implementasi AI yang digagas oleh Dirjen Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, untuk mendigitalisasi dan mempermudah akses layanan kesehatan di Indonesia.
Untuk di Indonesia, teknologi ini dihadirkan lewat PT Salis Investama selaku distributor tunggal dan eksklusif.
(dia/arm)
Teknoloi AI deteksi risiko jantung lewat mata/ Foto: Istimewa