Advertisement

Mengenal Tren 'Loneliness Influencer', Konten Menyendiri yang Makin Viral di TikTok

asw | Insertlive
Logo TikTok
Mengenal Tren 'Loneliness Influencer', Konten Menyendiri yang Makin Viral di TikTok/Foto: dok. TikTok
Jakarta -

Memiliki banyak teman, jadwal sosial yang padat, hingga kehidupan asmara yang aktif dulu dianggap sebagai gambaran hidup yang ideal. Namun kini, tren gaya hidup terbaru menunjukkan arah sebaliknya.

Media sosial seperti TikTok kini menampilkan banyak kreator konten yang secara terbuka merayakan kehidupan lajang, tanpa anak, hingga tanpa lingkaran pertemanan yang besar.

Kesendirian kini bukan sesuatu yang menyedihkan, tetapi sebuah pilihan hidup yang justru memberikan ketenangan dan kebebasan untuk individu.

Fenomena konten menyendiri ini kemudian melahirkan tren loneliness influencer, yang secara harafiah berarti kreator konten menyendiri. Mereka umumnya membagikan aktivitas harian yang dilakukan seorang diri tanpa banyak interaksi sosial.

Advertisement

Salah satu kreator konten 'menyendiri' yang belakangan menjadi sorotan adalah Ella Glows. Salah satu video 'menyendiri' yang diunggah kreator itu mendapatkan lebih dari 300 ribu likes, menunjukkan tren menyendiri yang semakin populer.

Pada video itu, Ella Glows pun menjelaskan alasan dirinya lebih menikmati kesendirian. Ella yang pada awalnya mengira ia senang menyendiri karena nyaman dengan dirinya sendiri, kini menyadari adanya alasan yang lebih dalam.

Menurut Ella, ia tak perlu memikirkan bagaimana orang lain akan menilai dirinya jika sedang sendirian. Ia juga tak perlu khawatir soal kenyamanan lawan bicara atau merasa terbebani untuk menyenangkan orang lain.

"Ketika sendirian, saya benar-benar bisa rileks. Saya tidak perlu menyenangkan siapa pun selain diri sendiri," ungkap Ella dalam unggahan itu, dikutip Rabu (17/6).

Konten serupa juga dibuat oleh influencer lain bernama Lana. Kreator konten asal Toronto, Kanada itu rutin membagikan kesehariannya sebagai perempuan lajang yang kerap melakukan berbagai aktivitas sendirian.

Lewat berbagai konten itu, Lana mengaku tak merasa kesepian meski melakukan banyak aktivitas seorang diri.

Konten seperti Lana dan Ella Glows belakangan semakin populer dan mendapatkan banyak komentar positif. Banyak yang menggambarkan gaya hidup kedua kreator konten itu sebagai standar kehidupan tenang yang banyak diimpikan.

Ada pula yang mengungkapkan bahwa memiliki terlalu banyak teman dan kehidupan sosial yang sibuk justru terasa melelahkan secara mental.

Sementara menurut pakar budaya dan branding Chad Teixeira, tren loneliness influencer ini muncul karena makna kesendirian yang berubah di mata generasi masa kini.

Teixeira mengungkapkan bahwa status lajang, tidak memiliki anak, atau menghabiskan malam akhir pekan sendirian sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dijelaskan. Namun kini, kondisi 'kesendirian' kini menjadi pilihan hidup yang dipilih secara sadar.

Media sosial seperti TikTok kemudian memungkinkan seseorang untuk mengendalikan narasi tentang hidup mereka sendiri. Keputusan untuk tak berkencan hingga hidup sendiri tak lagi dianggap sebagai kekurangan, tetapi simbol kemandirian.

"Memilih tidak berkencan atau menghabiskan malam tanpa teman bukan lagi dianggap kesepian, itu dipandang sebagai bentuk kedaulatan atas hidup sendiri," ujar Teixeira.

Tren ini juga berkaitan dengan meningkatkan kelelahan mental, tekanan ekonomi, hingga rasa jenuh atas tuntutan kehidupan sosial. Ketenangan, privasi, hingga waktu untuk diri sendiri kemudian menjadi sesuatu yang dirasa sangat bernilai.

Teixeira kemudian juga melihat bahwa tren ini sejalan dengan meningkatnya gaya hidup yang semakin sadar akan kesehatan. Mulai dari berkurangnya konsumsi alkohol hingga pola hidup sederhana, kesendirian menjadi tren positif yang kini diinginkan banyak orang.

(asw/agn)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement