Kenapa Berat Badan Justru Naik Usai Sebulan Berpuasa? Ini Penjelasannya
Menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh seharusnya bisa menjadi momen memperbaiki pola makan, bahkan menurunkan berat badan. Namun yang terjadi justru peningkatan berat badan, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Nutrisionis Rita Ramayulis mengungkapkan bahwa kondisi ini rentan terjadi karena adanya proses adaptasi dalam tubuh manusia.
Selama menjalankan puasa, tubuh dipaksa untuk menahan lebih dari 12 jam tanpa asupan makan dan minum. Rita mengungkapkan bahwa kondisi ini bisa membuat tubuh secara otomatis menghemat energi yang digunakan.
Hal ini berarti kebutuhan kalori saat puasa justru lebih rendah dibandingkan dengan hari-hari biasa. Penurunan kebutuhan ini bisa mencapai 10 hingga 20 persen.
"Maknanya adalah kebutuhan kalori kit aitu lebih rendah ketika puasa. Jadi misalnya sebelum puasa kita butuh dua ribu kalori, waktu puasa turun sampai 10-20 persen," jelas Rita dalam program detikSore, dikutip Minggu (22/3).
Perubahan kebutuhan kalori ini lah yang sering tak disadari banyak orang, sedangkan tradisi yang berkembang di bulan Ramadan justru membuat asupan kalori meningkat. Misalnya tren mengonsumsi takjil manis dengan porsi besar hingga gorengan.
Konsumsi makanan saat sahur dan berbuka dalam jumlah berlebihan menjadi pemicu peningkatan berat badan secara ekstrem.
"Seakan-akan takut akan kelaparan, takut nggak punya tenaga. Padahal proses tubuh sudah menjamin tenaga itu ada," ujar Rita.
Akibat kebiasaan makan berlebihan ini, rasio antara kebutuhan kalori yang secara alami sudah dihemat tidak sebanding dengan asupan yang justru meningkat. Ketidakseimbangan ini menjadi alasan banyak orang justru mengalami peningkatan berat badan setelah sebulan berpuasa.
Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengurangi makan selama berpuasa dan bukan justru mengonsumsi makanan secara berlebihan.
"Makan sama saja berat badan pasti akan bertambah. Jadi memang harus mengurangi makan selama berpuasa," pungkas Rita.
(asw)