Advertisement

Hukum Berpuasa Tanpa Sahur karena Ngantuk Menurut Islam

Astrid Riyani | Insertlive
Ilustrasi buka puasa atau sahur
Hukum Berpuasa Tanpa Sahur karena Ngantuk Menurut Islam / Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Selama bulan Ramadan, umat muslim yang berpuasa dianjurkan untuk melaksanakan sahur. Momen ini merupakan bentuk persiapan puasa agar tubuh memiliki cadangan energi dan tetap terhidrasi sampai waktu berbuka. Namun, tak sedikit orang yang berpuasa justru sengaja melewatkan sahur.

Jam sahur yang terlalu pagi sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang tidak terbiasa bangun dini hari. Alhasil, mereka lebih memilih untuk melewatkan sahur daripada jam tidurnya terganggu. Lantas, bagaimana hukum Islam memandang fenomena tersebut?

Hukum Puasa tanpa Sahur

Sahur merupakan salah satu ibadah puasa yang sunah hukumnya. Artinya, sahur tidak wajib dilakukan saat puasa, tetapi akan bernilai pahala jika dilaksanakan.

Anjuran sahur sebenarnya bukan tanpa alasan. Dari sisi kesehatan, sahur sangat penting dilakukan agar orang yang berpuasa tetap memiliki cadangan makanan sebelum akhirnya tidak makan dari waktu imsak hingga Magrib.

Advertisement

Kesimpulannya, puasa tetap sah meski tidak sahur karena alasan ngantuk atau lupa asalkan niat puasa sudah dibaca sebelum waktu imsak dan seluruh syarat puasa terpenuhi. Hanya saja, mereka tidak akan mendapat keutamaan dan pahala sunah dari kegiatan sahur.

Keutamaan Sahur

Meskipun hukumnya sunah, sahur sangat dianjurkan bagi umat Islam yang berpuasa karena memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Maka dari itu, Rasulullah saw. memerintahkan umat Islam yang berpuasa untuk melaksanakan sahur sebelum waktu imsak. Berikut ini keutamaan sahur:

1. Mendatangkan Berkah

Sahur merupakan salah satu keberkahan yang ada di bulan Ramadan. Dengan makan sahur, umat muslim mendapat kekuatan untuk menahan rasa lapar seharian. Hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah sebagaimana tercantum dalam hadis berikut:

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: السَّحورُ أُكْلةُ بَرَكةٍ، فلا تَدَعوه، ولو أنْ يَجرَعَ أَحَدُكم جُرْعةً من ماءٍ؛ فإنَّ اللهَ وملائكتَه يُصلُّونَ على المُتَسَحِّرينَ.

Artinya: "Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, 'Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,'" (HR Ahmad)

2. Tidak Dihisab

Semua makanan yang kita konsumsi kelak akan mendapat hisab oleh Allah di akhirat. Namun, tidak dengan makanan yang kita makan saat sahur. Salah satu keberkahan dari makan sahur adalah terbebas dari hisab, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

ثَلَاثَةٌ لَا يُحَاسَبُ عَلَيْهَا العَبْدُ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ وَمَا أَفْطَرَ عَلَيْهِ وَالأَكْلُ مَعَ الإِخْوَانِ

Artinya: "Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain." (HR Al-Azdra'i)

3. Keistimewaan bagi Umat Islam

Sahur merupakan salah satu keistimewaan bulan Ramadan yang dianugerahi oleh Allah Swt. kepada umat Islam. Anjuran sahur sendiri juga hanya ditunjukkan kepada kaum muslimin, sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut ini:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ، أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: "Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim).

4. Mendekatkan Waktu Ibadah

Sahur biasanya dilaksanakan pada waktu dini hari sebelum memasuki waktu subuh. Waktu tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi umat muslim untuk beribadah. Tidak lama setelah sahur, kita bisa lanjut melaksanakan salat Subuh. Dengan begitu, kita jadi terhindar dari melewatkan salat Subuh.

(Astrid Riyani/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement