Advertisement

7 Tips Atasi Pilek dan Batuk Saat Puasa

Astrid Riani atmaja | Insertlive
Ilustrasi batuk pilek
7 Tips Atasi Pilek dan Batuk Saat Puasa/Foto: Dok. Freepik
Jakarta -

Pilek dan batuk dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, termasuk saat puasa. Memasuki bulan puasa, banyak orang yang mengalami perubahan pola tidur, pola makan, dan aktivitas sehingga lebih rentan terhadap pilek dan batuk

Menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi batuk dan pilek tentunya tidak mudah karena kondisi tubuh yang kurang fit menjadi tantangan tersendiri selama berpuasa. Selain itu, kita juga tidak bisa langsung minum air dan obat hingga waktu berbuka tiba.

Lantas, bagaimana cara menanganinya? InsertLive punya beberapa tips untuk mengatasi pilek dan batuk saat puasa. Simak informasinya berikut ini.

Minum Obat ketika Sahur dan Berbuka

Gejala sakit pilek dan batuk tentunya akan sangat mengganggu aktivitas selama berpuasa. Untuk meredakan gejalanya, kita perlu mengonsumsi obat secara teratur.

Advertisement

Kamu dapat memilih obat batuk dan pilek yang dijual bebas di apotek sebelum gejala semakin parah. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan jenis obat yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.

Selama bulan puasa, kamu bisa meminum obatnya di waktu berbuka atau sahur agar tidak mengganggu jalannya ibadah puasa.

Konsumsi Suplemen Multivitamin

Imun tubuh yang menurun rentan terkena berbagai macam penyakit, termasuk batuk dan pilek. Maka dari itu, penting untuk memastikan daya tahan tubuh tetap terjaga selama berpuasa. Mengonsumsi suplemen multivitamin bisa menjadi solusi praktis agar kondisi tubuh tetap fit.

Untuk puasa, pilih suplemen dengan kombinasi kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan zat besi. Kamu dapat meminum suplemen ini ketika sahur dan berbuka. Namun, pastikan untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum meminum suplemennya secara rutin.

Tidur yang Cukup

Kesibukan ibadah tarawih dan sahur di malam hari sering membuat kita lengah terhadap jam tidur. Akibat belum terbiasa dengan perubahan pola hidup di bulan puasa, tak sedikit orang yang jam tidurnya justru menjadi berantakan.

Padahal, penting untuk tetap tidur dengan cukup meskipun sedang berpuasa. Jam tidur yang kurang dapat memperburuk kondisi batuk dan pilek. Bahkan, bisa memicu penyakit lain yang mengganggu kesehatan.

Usahakan untuk tetap tidur selama 8 jam setiap harinya agar kondisi tubuh tetap fit. Setelah tarawih, kamu dapat tidur lebih awal supaya tidak kekurangan jam istirahat karena harus bangun untuk menyiapkan sahur.

Penuhi Asupan Gizi Seimbang

Sahur dan berbuka menjadi waktu penting untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh. Pastikan di waktu tersebut kamu mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup, seperti protein dan vitamin, untuk membantu menjaga imunitas selama berpuasa.

Ketika berbuka dan sahur, pilih makanan berat dengan kandungan protein yang cukup. Contoh sumber protein yang baik, antara lain dada ayam, tahu, tempe, dan telur. Untuk makanan pencuci mulutnya, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti buah jeruk, lemon, dan jambu biji.

Minum Air Putih dengan Cukup saat Sahur dan Berbuka

Selain memenuhi gizi harian dengan makanan bernutrisi, kita juga harus menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih. Tubuh yang kekurangan cairan dapat memperparah gejala batuk dan pilek, seperti tenggorokan gatal dan hidung tersumbat.

Pastikan untuk tetap minum air putih sebanyak 8 gelas setiap harinya. Supaya tidak mengganggu ibadah puasa, kamu bisa minum air dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

Hindari Pemicu Gejala Pilek dan Batuk

Pada sebagian orang, pilek dan batuk juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi tertentu yang tidak mendukung, seperti udara dingin pada ruangan ber-AC.

Ruangan ber-AC memiliki suhu rendah yang dapat memperparah gejala pilek dan batuk. Untuk mengatasinya, kamu dapat mengatur AC menjadi mode dry atau menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara.

Selain itu, penting untuk memastikan ruangan dan perabotan rumah terbebas dari debu dan kotoran. Benda yang kotor dapat menjadi sarang bagi virus yang memicu penularan penyakit.

Berkumur dengan Air Garam

Larutan air garam bekerja sebagai antiseptik alami yang dapat membunuh bakteri dan virus penyebab batuk sekaligus mengurangi peradangan. Selain itu, air garam juga bisa membuat lendir di hidung menjadi lebih encer sehingga dapat meredakan gejala hidung tersumbat.

Caranya, campurkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian, berkumur selama 20-30 detik. Saat bulan puasa, kamu dapat melakukan rutinitas ini setelah berbuka dan sebelum tidur.

(Astrid Riyani Atmaja/arm)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement