Tanda Bahaya pada Ibu Hamil yang Mengharuskan Segera Membatalkan Puasa
Ibu hamil kerap merasa dilema untuk menjalankan ibadah puasa, mengingat kondisi tubuh yang tidak stabil selama kehamilan.
Wanita yang sedang hamil secara medis boleh berpuasa, asalkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat.
Namun, ada beberapa tanda bahaya yang harus diperhatikan ibu hamil selama berpuasa. Jika tanda-tanda ini muncul, jangan memaksakan diri dan segera batalkan puasa.
Berikut tanda-tanda bahaya ibu hamil yang berpuasa, seperti yang dijelaskan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Nirwan Darmawan di laman Instagram-nya:
1. Lemas dan Pusing Berlebih
Ketika ibu hamil merasakan lemas, pusing hebat, berkunang-kunang, atau pingsan, segera batalkan puasa. Kondisi ini menandakan kadar gula darah atau tekanan darah ibu turun di bawah batas aman.
2. Mual dan Muntah
Mual dan muntah berat yang berisiko menyebabkan kekurangan cairan. Gejala fisik ini dapat memicu kontraksi dini.
3. Gerakan Janin Tidak Terasa
Gerakan janin terasa lebih sedikit dari biasanya atau bahkan tidak terasa sama sekali dalam periode tertentu. Janin yang kurang aktif bisa disebabkan kurangnya asupan nutrisi dan energi akibat puasa.
4. Nyeri Perut Berlebih
Ketika merasa nyeri perut bagian bawah atau kontraksi dini yang terasa seperti mulas, maka segera batalkan puasa. Kondisi ini juga dapat memicu komplikasi, seperti kontraksi dini dan prematur.
5. Dehidrasi
Dehidrasi dapat mengganggu sirkulasi darah ke janin dan kesehatan ginjal ibu.
Ibu hamil disarankan untuk membatalkan puasa jika mengalami dehidrasi. Ciri-ciri dehidrasi, di antaranya haus yang berlebihan, frekuensi buang air kecil berkurang, dan warna urin kuning pekat.
(KHS/arm)