Ternyata Ini Kebiasaan Orang Kuno yang Bikin Umur Panjang
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Kuno yang Bikin Umur Panjang
Hidup sehat dengan umur yang panjang merupakan impian bagi banyak orang. Ternyata, rahasia untuk mencapai impian tersebut tersimpan rapi dalam gaya hidup para pendahulu kita. Terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan agar kita bisa hidup lebih lama.
Merujuk dari laman Best Life, ada sebuah penelitian yang melibatkan orang berusia 100 tahun. Penelitian tersebut mengungkap kebiasaan sehari-hari yang mereka lakukan supaya tetap bugar ketika memasuki usia senja. Apa saja kebiasaan tersebut? Berikut ini kebiasaan orang kuno yang dipercaya dapat membuat umur lebih panjang.
1. Rajin Olahraga
Olahraga menjadi kebiasaan paling utama yang sangat berkontribusi pada kesehatan manusia. Ternyata, manfaat dari olahraga itu juga bisa dirasakan hingga usia lanjut.
Sebuah penelitian tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Aging Research menjelaskan bahwa kunci umur panjang adalah rajin bergerak. Mereka yang bisa mencapai usia 100 tahun biasanya merupakan tipe orang yang aktif dan suka bergerak, terlepas dari berapapun usia mereka.
Aktivitas fisik dinilai dapat mencegah berbagai risiko penyakit kronis yang mengancam nyawa, seperti hipertensi arteri, diabetes mellitus tipe 2, dislipidemia, stroke, kanker, hingga penyakit jantung koroner. Senada dengan hasil penjelasan tersebut, sebuah penelitian terbaru juga menegaskan bahwa setiap peningkatan kecil dalam aktivitas fisik sangat berdampak besar pada tingkat kesehatan seseorang.
2. Menjalin Hubungan Sosial dengan Komunitas
Aktif bersosialisasi dengan orang-orang terdekat, seperti di komunitas, ternyata juga berpengaruh terhadap rentang hidup seseorang. Pernyataan tersebut juga didukung dengan pengalaman yang dibagikan oleh seorang travel writer bernama Samantha Shea ketika dirinya tinggal di wilayah Pakistan Utara.
Di sana, ia menemukan rahasia umur panjang dari penduduk lokal yang ternyata berasal dari hubungan komunitas yang akrab dan selalu terjaga dengan baik. "Lingkungan dan desa-desa terjalin erat, dan masyarakat Hunza saling menjaga satu sama lain, terutama warga lanjut usia. Rumah jompo tidak ada di sini. Para tetua sangat dihormati dan diperhatikan oleh keluarga mereka," tulisnya kepada CNBC.
3. Menghindari Makanan Olahan
Sebuah studi tahun 2017 yang terbit dalam New England Journal of Medicine mengungkap bahwa pola makan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap usia seseorang. Menjalankan pola makan yang sehat ketika memasuki usia paruh baya disebut dapat membuat seseorang hidup 10 tahun lebih lama.
Salah satu cara untuk menjalankan pola makan sehat adalah dengan menghindari makanan olahan.Dari sisi medis, produk makanan olahan, seperti mi instan, sosis, dan nugget, dinilai kurang baik untuk kesehatan. Makanan olahan tinggi akan kalori, gula, lemak jenuh, dan garam, tetapi rendah nutrisi dan serat. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat memicu berbagai penyakit, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.
4. Kurangi Produk Hewani
Makanan produk hewani, seperti daging, susu, telur, dan ikan telah menjadi menu harian bagi banyak orang. Makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, mulai protein, asam amino esensial, vitamin B12, hingga zat besi. Terlepas dari khasiatnya, sebuah studi yang meneliti wilayah centenarian (orang-orang yang mencapai usia 100 tahun) justru menemukan hal yang berbeda.
Para ahli mendapati bahwa para centenarian itu hanya makan sekitar dua ons daging sebanyak lima kali setiap bulannya. Menariknya lagi, tingkat konsumsi susu mereka juga jauh lebih rendah dibandingkan kebanyak orang pada umumnya.
5. Menjaga Mental tetap Stabil
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sama pentingnya untuk menunjang usia panjang. Tingkat stres yang rendah berperan penting untuk menjaga pikiran tetap stabil bagi orang-orang yang hidup sampai usia 100 tahun.
Rasa stres rentan terjadi pada orang-orang berusia lanjut akibat kemampuan fisik yang kian menurun. Meski terdengar sepele, stres berkepanjangan justru dapat menjadi pemicu dari berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, gangguan kecemasan, serta penurunan sistem imun.
6. Tidak Merokok
Merokok erat kaitannya dengan kematian. Benda adiktif ini menjadi penyebab berbagai penyakit serius yang mematikan, terutama pada sistem pernapasan, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, hingga bronkitis kronis.
Sebuah studi yang meneliti kebiasaan merokok para lansia berusia 100 tahun menemukan bahwa 83,8 persen dari orang yang hidup hingga usia 100 tahun tidak pernah merokok sepanjang hidupnya. Dari jumlah responden yang terlibat, hanya 2,7 peesen perokok aktif yang mampu hidup hingga 100 tahun. Sedangkan 13,5 persen di antaranya merupakan mantan perokok.
(asr/KHS)