Kulit Kusam Bisa Jadi karena Kurang Tidur, Ini Dampaknya!
Sudah rutin pakai skincare, facial, bahkan treatment mahal, tapi wajah tetap terlihat kusam dan tidak glowing? Jangan-jangan masalahnya bukan di produk, tapi di jam tidur kamu.
Banyak orang fokus pada serum dan krim malam, padahal fondasi utama kesehatan kulit adalah tidur yang cukup dan berkualitas.
"Tidur adalah salah satu pilar terpenting-dan paling sering diabaikan-dalam kesehatan kulit," kata James Kilgour, dokter kulit di Golden State Dermatology, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Real Simple.
Saat kamu tidur nyenyak, tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit, merangsang produksi kolagen, dan mempercepat regenerasi sel. Artinya, malam hari adalah momen emas untuk proses pemulihan kulit.
Tidak heran jika dokter kulit menyarankan penggunaan bahan aktif seperti retinoid dan peptide di malam hari untuk mendukung produksi kolagen dan pergantian sel. Sementara pada siang hari, fokusnya adalah perlindungan dengan serum antioksidan dan tabir surya.
"Semalaman, perbaikan kulit dimaksimalkan berkat sistem saraf parasimpatik dan ritme sirkadian tubuh," tambah Ellen Marmur, dokter kulit bersertifikasi sekaligus pendiri Marmur Medical di New York City.
"Tanpa tidur yang cukup, siklus regeneratif ini tidak dapat mengimbanginya," lanjutnya.
Lalu, apa saja yang terjadi pada kulit jika kamu kurang tidur atau sering begadang?
1. Skin Barrier Melemah
Saat tidur, kulit memperbaiki dirinya sendiri. Jika waktu tidur berkurang, proses ini ikut melambat.
"Kurang tidur mencegah kulit kamu memperbaiki dirinya sendiri, membuatnya kusam, kering, dan lebih rentan terhadap garis-garis halus, bengkak, dan bahkan gatal," jelas dr. Ellen.
Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kelembapan lebih mudah hilang. Pada saat yang sama, iritan dan bakteri lebih mudah masuk. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, reaktif, dan sulit mempertahankan hidrasi.
"Fungsi lapisan pelindung kulit terganggu dan penyembuhan peradangan atau jerawat lebih lambat," tambah James.
2. Jerawat dan Peradangan Makin Parah
Kurang tidur tidak hanya membuat wajah terlihat lelah, tetapi juga bisa memicu lonjakan hormon stres.
"Ketika tubuh kekurangan tidur yang berkualitas, kadar kortisol dapat meningkat dan berdampak negatif pada perbaikan kulit," jelas Hallie McDonald, dermatologis di Austin, Texas.
Kadar kortisol yang meningkat dapat merangsang produksi minyak berlebih, memperburuk jerawat, serta memperparah kondisi seperti eksim dan psoriasis. Tidak heran jika stres dan kurang tidur sering menjadi pemicu utama flare-up.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, yang bisa muncul dalam bentuk kemerahan dan sensitivitas pada kulit.
3. Kulit Kusam, Mata Panda, dan Bengkak
Begadang juga berdampak langsung pada tampilan wajah. Penurunan sirkulasi darah membuat kulit tampak lebih pucat dan kurang bercahaya.
Lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata juga sering muncul akibat pergeseran cairan dan perubahan sirkulasi saat tubuh kurang istirahat.
Jika lingkaran hitam muncul terus-menerus dan tidak membaik, kondisi tersebut bisa menjadi tanda masalah kesehatan lain, seperti anemia. Karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan bila keluhan berlanjut.
Jadi, Solusinya?
Sederhana, tapi sering diabaikan: tidur cukup minimal 7-8 jam setiap malam.
Agar kualitas tidur lebih baik, kamu bisa mencoba ritual sederhana seperti meredupkan lampu sebelum tidur, menghindari layar ponsel, minum susu hangat, menjaga kebersihan tempat tidur, atau menggunakan aromaterapi.
Karena pada akhirnya, skincare terbaik bukan hanya yang kamu oleskan ke wajah, tetapi juga bagaimana kamu memberi tubuh waktu untuk memulihkan diri. Jadi, sudah cukup tidur malam ini?
(ikh/ikh)