Advertisement

5 Langkah Efektif Memperbaiki Skin Barrier Rusak Tanpa Biaya Besar

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi perawatan kulit
5 Langkah Efektif Memperbaiki Skin Barrier Rusak Tanpa Biaya Besar (Foto: dok. Frepik)
Jakarta -

5 Langkah Efektif Memperbaiki Skin Barrier Rusak Tanpa Biaya Besar

Sebagai lapisan terluar kulit, skin barrier rentan mengalami kerusakan karena terpapar langsung oleh kotoran dan polusi yang mencemari udara sekitar. Kerusakan skin barrier juga bisa disebabkan oleh faktor internal, seperti gaya hidup yang tidak sehat atau kondisi medis tertentu.

Kerusakan skin barrier membutuhkan perawatan dan langkah tertentu yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain dapat menguras dompet, perawatan dan penggunaan produk yang tidak tepat justru berisiko memperparah kondisi. Sebenarnya, memperbaiki skin barrier yang rusak itu tidak memerlukan biaya yang besar.

Yuk, simak 5 langkah efektifnya berikut ini supaya skin barrier-mu tetap sehat dan terjaga.

1. Rutin Pakai Tabir Surya

Ilustrasi sunscreen mouisturizerIlustrasi sunscreen mouisturizer/ Foto: Freepik

Salah satu penyebab kerusakan skin barrier adalah paparan sinar matahari yang terik. Paparan sinar UVA/B berlebih dapat mengurangi kadar air pada lapisan kulit hingga membuat kulit menjadi kering. Akibatnya, kemampuan alami lapisan epidermis sebagai pelindung kulit jadi menurun.

Advertisement

Maka dari itu, penting untuk selalu menggunakan sunscreen atau tabir surya selama matahari masih bersinar. Sebaiknya, pilih tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan yang lebih optimal. Tabir surya perlu digunakan baik saat beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan. Pasalnya, sinar UVA/B masih bisa menembus kaca jendela sehingga penggunaan tabir surya tetap penting meski berada di dalam rumah.


2. Hentikan Eksfoliasi dalam Sementara Waktu

Ilustrasi perawatan kulitIlustrasi perawatan kulit/ Foto: dok. Freepik

Eksfoliasi adalah perawatan kulit yang dilakukan dengan mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk di permukaan kulit. Proses ini dapat membantu mempercepat regenerasi sel kulit agar digantikan dengan sel kulit yang lebih sehat.

Meski begitu, eksfoliasi perlu dihentikan selama kondisi skin barrier sedang rusak. Eksfoliasi dapat menimbulkan iritasi yang lebih parah. Biarkan kulit memulihkan kondisinya secara alami. Biasanya, proses pemulihan ini memerlukan waktu sekitar enam minggu.


3. Gunakan Pelembab

Ilustrasi skincareIlustrasi skincare/ Foto: Photo by Kaeme on Unsplash

Iritasi pada kulit biasanya terjadi saat kulit dalam keadaan kering. Kondisi ini dapat memperparah kerusakan skin barrier hingga berpotensi menimbulkan iritasi. Agar tidak kering, pastikan kulit tetap terhidrasi menggunakan produk pelembap atau moisturizer.

Efek menenangkan yang diberikan oleh pelembap dapat membantu proses penyembuhan iritasi pada kulit. Kandungan panthenol atau aloe vera yang biasanya ada pada moisturizer dapat meredakan kemerahan dan rasa perih. Pelembab sebaiknya diaplikasikan setiap hari supaya kulit tetap lembap dan tidak kering.


4. Cukupi Asupan Nutrisi Seimbang

Bukan Cuma Bahan, Hal Ini Juga Perlu Diperhatikan Jika Ingin Konsumsi Makanan SehatMakanan Sehat/ Foto: Agustin Dwi Anandawati

Proses pemulihan skin barrier juga didukung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Cukupi asupan nutrisi dengan makanan sehat dan bergizi seimbang agar skin barrier dapat berfungsi kembali secara optimal.

Sebaiknya, perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan dan kolagen. Jangan lupa untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup. Hindari makanan cepat saji atau junk food karena makanan ini mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat memicu berbagai masalah kulit.


5. Lakukan Gaya Hidup Sehat

Ilustrasi perawatan kulitIlustrasi perawatan kulit/ Foto: dok. Freepik

Proses penyembuhan skin barrier juga harus dilakukan dari dalam dengan pola hidup yang sehat. Upaya ini dapat dilakukan dengan minum air putih yang cukup, tidur cukup, berolahraga secara rutin, dan mengelola stress sebaik mungkin.

Kebiasaan merokok juga harus dihentikan. Merokok dapat mengganggu proses suplai oksigen dan nutrisi ke kulit. Selain itu, bahan kimia yang ada pada rokok dapat menurunkan produksi kolagen dan elastin. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit.



(ASR/KHS)

Komentar

!nsertlive