Advertisement

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis 19 Februari

Nadia Agsa | Insertlive
Konferensi pers sidang isbat (dok. YouTube Kemenag)
Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis 19 Februari/Foto: Konferensi pers sidang isbat (dok. YouTube Kemenag)
Jakarta -

Kementerian Agama Republik Indonesia telah melakukan sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 hijriah/2026 Masehi, Selasa (17/2) malam.

Sidang kali ini yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat akhirnya menemui keputusan.

Setelah melakukan rukyatul hilal di beberapa bagian wilayah di Indonesia sejak Selasa sore, menteri agama menyatakan bahwa hilal belum terlihat. Posisi hilal masih negatif atau berada di bawah ufuk setelah matahari terbenam.

Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya menjelaskan ilustrasi posisi bulan dan matahari di Jakarta Pusat pada 17 Februari, bulan terlambat melakukan gerak harian daripada Matahari sekitar 12 derajat per hari atau 0,5 derajat per jam.

Advertisement

"Matahari terbenam 17 Februari 2026 pukul 18.15.17 WIB umur Bulan Sabit 50 detik (hilal belum "lahir") 45 menit," ujar Cecep Nurwendaya, dalam  dalam Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1447 H/2026 M di YouTube Kemenag RI pada Selasa (17/2).

Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2026 (Screenshoot Live YouTube Kemenang)Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2026 (Screenshoot Live YouTube Kemenang)/ Foto: Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2026 (Screenshoot Live YouTube Kemenang)

Berdasarkan hasil rukyat hilal, maka ditetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Hasil rukyat, tidak terlihat hilal di seluruh Indonesia dan negara Islam lainnya maka ditetapkan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026," ucap Nasaruddin, Menteri Agama RI

Penetapan ini memadukan dua metode, yakni hisab dan rukyat. Dua metode ini selalu menggunakan oleh Kemenag untuk melengkapi satu dengan yang lain.

Nasaruddin berharap keputusan ini menjadi simbol keberagaman umat Islam di Indonesia.

"Seandainya ada di warga kita umat Islam melakukan hal berbeda sesuai keyakinannya, jangan perbedaan itu menjadi perbedaan yang negatif," tutupnya.

(naa/naa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement