Hati-hati, Perubahan Warna Urine Bisa Jadi Tanda Gejala ISK
Spesialis urologi Prof dr Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD mengungkapkan salah satu gejala dari infeksi saluran kemih atau ISK.
Penyakit itu bisa terjadi di seluruh saluran kemih baik di bagian atas maupun bawah. Saluran kemih bagian atas meliputi ginjal dan bagian bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra atau saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar.
Gejala ISK bisa terjadi bergantung pada bagian saluran kemih yang terinfeksi, namun biasanya yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih bagian bawah. Prof Harrina menyebut pengidap biasa merasakan nyeri atau perih saat buang air kecil dan terjadi perubahan warna urine.
"Kemudian sudah terlihat warnanya berbeda ya, nggak jernih lagi, keruh. Kemudian kadang-kadang bisa sampai merah atau berdarah," bebernya dalam laporan dari detikcom.
Penderita ISK juga biasa mengeluhkan gejala lain seperti anyang-anyangan atau keinginan untuk buang air kecil terus-menerus namun urine yang keluar hanya sekitar dan terasa sakit. Selain itu, baru urine juga bisa berubah. Normalnya, urine memiliki bau yang khas namun ketika terjadi infeksi baunya bisa berubah menjadi lebih menyengat atau tidak biasa.
|
Baca Juga : Kebiasaan Buruk Gen Z yang Sebabkan Penyakit
|
ISK bagian bawah umumnya tidak berbahaya namun keluhannya dapat mengganggu aktivitas. Kondisi ini perlu diawasi jika bakteri penyebab infeksi menyebar dari saluran kemih bagian bawah menjadi naik ke bagian atas hingga mencapai ginjal.
Jika hal itu terjadi, akan muncul gejala lain yang lebih berat seperti menggigil, demam tinggi hingga nyeri di area pinggang.
"Kalau tidak ditangani dengan baik, akhirnya kumannya bisa masuk ke pembuluh darah yang disebut sepsis. Nah itu yang bisa menimbulkan atau ya membahayakan lah buat pasiennya ya, bahkan bisa sampai menimbulkan kematian kalau tidak ditangani dengan baik," beber Prof Harrina.
"Jadi terutama di pasien-pasien yang mengalami infeksi saluran kemih bagian atas dan juga punya faktor risiko ya, misalnya tadi punya diabetes dan lainnya gitu, jadi dia akan lebih berbahaya," sambungnya.
Sehingga masyarakat harus waspada jika terjadi perubahan warna urine, bau urine yang menyengat hingga terjadi rasa nyeri saat buang air kecil. Agar tidak terjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
(agn/agn)