Bukan Hadiah Mahal, Ini 5 Keinginan Pria di Hari Valentine
Bukan Hadiah Mahal, Ini 5 Keinginan Pria di Hari Valentine
Bulan Februari identik dengan perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang yang biasanya diasosiasikan dengan cokelat, bunga, serta kejutan romantis dari pria untuk perempuan.
Namun, nyatanya ada banyak pria yang justru memiliki harapan jauh lebih sederhana dan emosional.
Secara psikologi, harapan ini dikaitkan dengan hubungan seseorang yang menunjukkan bahwa pria tak selalu mengutamakan hadiah mahal, tapi hanya ingin dihargai, dipahami, serta diterima.
Keinginan pria di perayaan Valentine ini umumnya berdasar dari kebutuhan emosional secara tulus dari pasangannya.
Memahami keinginan pasangan membuat hubungan yang dibangun akan lebih sehat, seimbang, serta saling menguatkan.
Simak lima keinginan pria di perayaan Valentine.
1. Diakui
Bagi banyak pria, Valentine bukan hanya kado yang diterima, melainkan soal pengakuan.
Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa pria cenderung merasa dicintai ketika pasangan mereka mengapresiasi usaha dan peran yang dijalani, sekecil apa pun itu.
Apresiasi kecil yang bisa dicontoh seperti ucapan terima kasih, pengakuan atas kerja keras, atau kalimat 'aku bangga sama kamu'
Hal-hal dan ucapan kecil tersebut sering memberi dampak emosional yang lebih kuat dibanding hadiah fisik.
Dalam psikologi relasi, kebutuhan ini berkaitan dengan konsep esteem needs dalam hierarki kebutuhan menurut Abraham Maslow.
Hierarki tersebut digambarkan bahwa kebutuhan seperti ucapan-ucapan sederhana bisa menjadi faktor penting bagi kesejahteraan emosional seseorang.
2. Quality Time
Banyak pria menempatkan quality time sebagai bahasa cinta utama.
Dalam survei yang dirilis American Psychological Association menyebutkan bahwa interaksi langsung dan perhatian penuh lebih berpengaruh pada kepuasan hubungan dibanding aktivitas simbolik seperti kencan atau makan bersama di suatu resto mewah.
Quality time yang bisa dilakukan secara sederhana, seperti mengobrol tanpa ponsel, menonton film bersama, jalan santai sambil berbincang, atau sekadar duduk berdua dengan fokus satu sama lain.
Bagi pria, kehadiran pasangan secara utuh sering menjadi tanda bahwa dirinya benar-benar diprioritaskan.
3. Konunikasi Intim
Valentine kerap dilekatkan dengan keintiman fisik. Namun, berbagai riset psikologi modern menunjukkan bahwa pria juga memiliki kebutuhan besar akan keintiman emosional, meski sering tidak diekspresikan secara verbal.
Menurut penelitian Harvard Health Publishing, pria cenderung jarang membicarakan perasaan karena faktor sosial dan budaya.
Pria seolah tertutup dan tak mau terbuka soal apa yang mereka butuhkan sebenarnya.
Namun, sejatinya pria membutuhkan rasa aman untuk bebas bercerita hingga didengar tanpa dihakimi.
Percakapan mendalam yang intim, empati, serta sikap memahami justru menjadi bentuk 'romantisme' yang sering diharapkan pria pada momen Valentine.
4. Penerimaan Tanpa Syarat
Salah satu hal paling mendasar yang diinginkan pria dalam hubungan adalah penerimaan tanpa syarat.
Psikolog hubungan menyebut hal tersebut sebagai unconditional positive regard, yakni perasaan diterima tanpa harus selalu sempurna.
Di hari Valentine, pria ingin merasa tidak dibandingkan dengan orang lain, tidak dituntut berlebihan, dan tidak dihakimi atas kekurangan yang dimiliki.
Penerimaan ini menciptakan rasa aman secara emosional yang berperan besar dalam kestabilan hubungan jangka panjang.
5. Perasaan Tulus
Tidak semua pria nyaman dengan ekspektasi Valentine yang terlalu 'sempurna'.
Pria nyatanya menginginkan keaslian dan ketulusan, bukan tekanan untuk tampil romantis sesuai standar media sosial.
Menurut Psychology Today, hubungan yang sehat lebih ditentukan oleh kejujuran dan kenyamanan.
Bagi pria, Valentine yang ideal adalah momen kebersamaan yang terasa alami, bukan ajang pembuktian cinta secara nyata.
Contoh hal sederhana yang bisa dilakukan dimulai dari memasak bersama, tertawa lepas, atau berbagi cerita ringan, serta sering kali lebih bermakna daripada perayaan yang dipaksakan.
(dis/and)