Advertisement

Tanpa Disadari, Ini 7 Sifat Setan yang Sering Ditiru Manusia

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi Setan Gundul
Tanpa Disadari, Ini 7 Sifat Setan yang Sering Ditiru Manusia/Foto: (Sumber foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Setan adalah makhluk yang selalu membangkang dan melanggar segala perintah Allah Swt. Sifat setan yang penuh kemaksiatan dan keburukan itu wajib dijauhi oleh kaum muslimin. Larangan mengikuti perbuatan setan secara tegas disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 168. Karena keburukannya tersebut, setan ditetapkan sebagai musuh nyata bagi manusia.

Sayangnya, setan selalu punya segala cara untuk menyesatkan manusia menggunakan tipu dayanya. Tanpa disadari, banyak orang yang terjerumus ke dalam sifat setan saat melakukan aktivitas sehari-harinya, bahkan dalam perbuatan yang dianggap remeh sekalipun.

Berikut ini 7 sifat setan yang paling sering dilakukan manusia tanpa sadar. Simak ulasannya.

Takabur

Advertisement

Takabur adalah sifat sombong yang merasa diri kita lebih tinggi daripada orang lain, baik dari aspek harta, ilmu, kedudukan, dan hal lainnya. Rasa sombong ini sering kali membuat manusia memperlihatkan kelebihan dirinya dengan merendahkan orang lain. Perbuatan ini merupakan salah satu sifat setan yang harus dijauhi karena dapat merugikan hubungan antarmanusia.

Siapapun yang senantiasa melakukan perbuatan takabur akan dijanjikan balasan berupa neraka Jahanam oleh Allah Swt. Hal ini turut ditegaskan dalam Surah An-Nahl ayat 29 berikut ini:


فَادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ


"fadkhulû abwâba jahannama khâlidîna fîhâ, fa labi'sa matswal-mutakabbirîn"

Artinya: Maka, masukilah pintu-pintu (neraka) Jahanam. Kamu kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat (bagi) orang yang menyombongkan diri.

Ujub

Ujub adalah salah satu sifat sombong yang suka membanggakan diri sendiri atas kelebihan yang dimiliki. Berbeda dengan takabur, ujub hanya dirasakan di dalam hati tanpa menunjukkannya secara terang-terangan. Meski tidak melibatkan orang lain, ujub bisa menjadi akar dari munculnya sikap takabur.

Orang yang memiliki sifat ini biasanya merasa sempurna dalam moral dan amal perbuatannya. Sifat ini termasuk perbuatan dosa besar karena dapat menanamkan perasaan yang dapat menghilangkan kekuasaan Allah. Allah Swt. menegaskan melalui firman-Nya dalam Surat Al-Araf ayat 99 berikut ini:


اَفَاَمِنُوۡا مَكۡرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَاۡمَنُ مَكۡرَ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡخٰسِرُوۡنَ


"a fa aminû makrallâh, fa lâ ya'manu makrallâhi illal-qaumul-khâsirûn"

Artinya: Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi.

Sombong

Sombong adalah sifat utama iblis yang paling dibenci oleh Allah. Sifat inilah yang membuat iblis enggan tunduk kepada Nabi Adam dan menjadi makhluk pembangkang. Siapapun yang memiliki sifat sombong adalah golongan orang-orang kafir. Allah Swt. berfirman sebagai berikut:


َاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ


"wa idz qulnâ lil-malâ'ikatisjudû li'âdama fa sajadû illâ iblîs, abâ wastakbara wa kâna minal-kâfirîn"

Artinya: (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.

Menggoda

Sifat menggoda merujuk pada perbuatan yang melemahkan iman dan kekhusyukan orang lain untuk berbuat maksiat. Ini adalah salah satu sifat tipu daya setan yang membuat manusia tak luput dari dosa dan kesalahan.

Sifat ini jugalah yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga oleh Allah Swt. Saat di surga, setan membisikkan fikiran jahat kepada keduanya untuk mendekati pohon Khuldi, yakni pohon yang dilarang oleh Allah Swt.

Ingkar Janji

Dalam hukum Islam, janji wajib ditepati dan tidak boleh diingkari. Ingkar janji adalah sifat tercela yang termasuk ke dalam kategori dosa besar. Siapapun yang mengingkari janji akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.

Ingkar janji juga termasuk salah satu sifat setan yang dapat menimbulkan banyak kerugian bagi orang yang diingkari. Setan dikenal sebagai makhluk yang selalu mengingkari janji, sebagaimana ditegaskan oleh Allah Swt. dalam surat An-Nisa ayat 120 berikut ini.


يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا


"Ya'iduhum wa yumannîhim, wa mâ ya'iduhumusy-syaithânu illâ ghurûrâ"

Artinya: (Setan) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong mereka. Padahal, setan tidak menjanjikan kepada mereka, kecuali tipuan belaka.

Menghasut (Nazgh)

Menghasut adalah tindakan provokasi atau bujukan untuk memancing kemarahan seseorang. Sifat ini kerap berujung pada fitnah yang dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan antarmanusia.

Setan memiliki sifat ini untuk melancarkan misinya dalam memecah belah manusia. Oleh karena itu, umat muslim diwajibkan untuk menghindari sifat ini demi menjaga ketentraman dan keharmonisan dalam hubungan dengan manusia lain.

Dengki (Hasad)

Hasad atau dengki adalah penyakit hati berupa perasaan tidak senang atas nikmat, kebahagiaan, atau pencapaian yang diperoleh orang lain. Perasan ini biasanya disertai dengan keinginan agar orang tersebut kehilangan nikmatnya atau keinginan untuk memiliki hal yang sama.

Keburukan sifat ini turut disampaikan oleh Rasulullah saw. dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abu hurairah berikut ini.


ِيَّاكُ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ (رواه البخاري عن أبي هريرة)


"Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar" (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah).

(dis/dis)

Komentar

!nsertlive

Advertisement