Advertisement

Dosa-dosa yang Menutup Pintu Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban

Insertlive | Insertlive
Ilustrasi lebaran masjid ramadan puasa sidang isbat
Dosa-dosa yang Menutup Pintu Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban (Foto: Freepik)
Jakarta -

Malam Nisfu Sya'ban, malam yang berada di pertengahan bulan Sya'ban, selalu menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian khusus dari umat Islam. Malam ini diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan, terutama karena Allah Swt. membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya.

Banyak ulama menjuluki malam ini sebagai lailatul maghfirah, yaitu malam ketika Allah melimpahkan pengampunan kepada orang-orang beriman. Salah satu dasar utamanya bersumber dari sabda Rasulullah SAW:

يطَّلِعُ اللهُ إلى جَمِيْعِ خَلقِه ليلةِ النِّصفِ مِن شعبانَ فيغفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِه إلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشاحِنٍ

Artinya: "Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan." (HR Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu'adz bin Jabal), dikutip dari NU Online.

Advertisement

Hadits yang diriwayatkan Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban tersebut menjelaskan bahwa ampunan yang Allah curahkan pada malam Nisfu Sya'ban sangat luas. Namun, ada dua kelompok yang tidak mendapat bagian, yaitu:

1. Mereka yang menyekutukan Allah
2. Mereka yang menyimpan kebencian hingga menimbulkan perpecahan.

Meski hadits tersebut dikategorikan dha'if, para ulama menjelaskan bahwa hadits di atas tetap boleh diamalkan, karena termasuk dalam pembahasan fadhâilul a'mâl, yaitu amalan-amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan.

Imam An-Nawawi juga menegaskan bahwa kelemahan hadits ini tidak parah sehingga masih dapat dijadikan dasar motivasi beribadah.

Sementara itu, penjelasan mengenai dosa-dosa besar juga dipaparkan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Menurutnya, dosa besar tidak termasuk dalam daftar dosa diampuni pada malam Nisfu Sya'ban, begitu pula pada malam-malam ampunan lainnya.

Oleh karena itu, seorang Muslim perlu menjauhi perbuatan dosa besar, baik pada malam penuh keutamaan seperti Nisfu Sya'ban, bulan Ramadan, maupun hari-hari mulia lain dalam Islam.

Pendapat ini sejalan dengan sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa'i, ketika Abdullah bin Mas'ud bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dosa yang paling berat.

"Abdullah bin Mas'ud bertanya, 'Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling berat?' Kemudian Rasulullah menjawab, 'menjadikan suatu hal sebagai persamaan dari Allah yang telah menciptakanmu (syirik).' Kemudian Abdullah berkata, 'Apalagi wahai Rasulullah?' Rasul menjawab, 'Membunuh orang tuamu karena engkau takut dia makan bersamamu.' Abdullah bertanya lagi, 'Kemudian apalagi wahai Rasul?' 'Kamu berzina dengan istri tetanggamu."

(KHS/KHS)

Komentar

!nsertlive

Advertisement