Dokter Sebut Berbahaya, Ini 3 Alasan Ikan Sapu-sapu Dianggap Hama
Dokter Sebut Berbahaya, Ini 3 Alasan Ikan Sapu-sapu Dianggap Hama
Ikan sapu-sapu menjadi perhatian usai tersebar kabar jika hewan itu tidak layak konsumsi.
Pasalnya ikan sapu-sapu dikenal hidup di perairan tercemar seperti sungai di kawasan perkotaan. Hal itu membuat khawatir hewan tersebut akan terpapar cemaran saat masuk ke dalam tubuh dalam jangka waktu panjang hingga berpotensi kanker.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi ikan yang berasal dari perairan tercemar karena dapat membahayakan kesehatan.
"Kalau ikannya hidup di sungai yang tercemar, maka yang berbahaya bukan hanya ikannya, tapi semua cemaran yang dia makan. Logam berat itu tidak bisa dibersihkan hanya dengan dimasak," ucap Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi dalam laporan dari detikcom.
Lalu mengapa ikan sapu-sapu disebut sebagai hama? Begini penjelasannya.
Pertumbuhan Ikan Sapu-sapu
Hypostomus plecostomus atau ikan sapu-sapu adalah ikan air tawar tropis. Hewan ini berasal dari kawasan perairan di Amerika Serikat terutama di lembah Sungai Amazon dan sungai-sungai besar lainnya.
Berasal dari Amerika, ikan tersebut lalu masuk ke wilayah Asia Tenggara. Awalnya ikan sapu-sapu dijadikan sebagai ikan peliharaan akuarium yang kemudian dilepas ke alam liar. Karena tidak memiliki predator alami dan memiliki tingkat reproduksi tinggi, ikan sapu-sapu pun berkembang dengan pesat dan sulit untuk dikendalikan.
Tim pemburu di Malaysia bahkan pernah menangkap 75 ton ikan sapu-sapu dalam dua tahun terakhir. Hal itu membuat rusak habitat dasar sungai.
Ikan Sapu-sapu Bisa Rusak Ekosistem
Sejumlah warga tengah menjaring ikan sapu-sapu di kali Anak Ciliwung, Jakarta. Sekitar 40 kg ikan berhasil dikumpulkan./ Foto: Rengga Sancaya |
Karena memiliki reproduksi tinggi, ikan sapu-sapu pun menjadi ancaman bagi ekosistem. Hewan ini bisa menggeser ikan lokal seperti lampam dan tengas dalam perebutan makanan dan ruang hidup.
Di Sungai Ciliwung, Jakarta, sudah terlihat dampak yang terjadi dari kehadiran ikan sapu-sapu. Burung air seperti ayam-ayaman mulai hilang karena rantai makanan akuatik terganggu dari level dasar.
Bukan hanya bagi hewan, infrastruktur alami sungai juga bisa rusak karena ikan sapu-sapu. Pasalnya ikan sapu-sapu menggali sarang sedalam 1 meter di tebing sungai. Lubang itu bisa membuat struktur bantaran menjadi rapuh dan dapat meningkatkan erosi hingga risiko banjir di perkotaan.
Risiko Kesehatan
Apa makan ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?/ Foto: iStock |
Yang menjadi perhatian adalah ikan sapu-sapu dapat mengancam kesehatan. Seperti yang sudah dibahas di atas, ikan ini mampu menyerap logam berat seperti mikroplastik dan bahan toksik lain karena mampu bertahan hidup di perairan tercemar.
Dalam laporan dari The Southeast Asia Desk, pakar keanekaragaman hayati Prof. Amirrudin Ahmadmenyebut bahwa ikan sapu-sapu memakan alga dan lumut yang sudah menyerap polutan. Zat itu berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui proses biomagnifikasi. Jika sering dikonsumsi dalam jangka panjang, kesehatan pun akan terancam.
Dokter Nadia pun mengatakan hal serupa. Logam berat tidak bisa hilang hanya dengan proses memasak ikan. Sehingga zat-zat berbahaya pada ikan sapu-sapu akan ikut masuk ke dalam tubuh kita.
"Kalau ikannya makan limbah atau cemaran, maka itu pasti masuk ke tubuh ikannya. Dan ketika dikonsumsi manusia, zat itu ikut masuk ke tubuh kita," ucap dr Nadia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP)Hasudungan Sidabalok juga menyebut ikan sapu-sapu dapat mengandung logam berat berbahaya dan bakteri patogen.
"Pada perairan yang tercemar, risiko kontaminasi logam berat sangat tinggi. Termasuk cemaran bakteri seperti E coli yang berbahaya jika dikonsumsi,"tuturnya.
(agn/arm)
Sejumlah warga tengah menjaring ikan sapu-sapu di kali Anak Ciliwung, Jakarta. Sekitar 40 kg ikan berhasil dikumpulkan./ Foto: Rengga Sancaya
Apa makan ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?/ Foto: iStock